Entri yang Diunggulkan

BTS : BUTTER 2021

Tampilkan postingan dengan label Chit - Chat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chit - Chat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 April 2017

UP TO DATE

Assalamualaikum wr wb .........
Holaaaaaa..........Lama tidak menulis di blog ini tapi komentar-komentar yang masuk selalu saya baca dan saya balas kok. Gak percaya??cek aja dibawah komentar kamu-kamu ya ;).

Sebetulnya saya selalu rindu untuk menulis di blog ini, saking sekarang kesibukan saya mayan bertambah seiring adanya kesibukan baru kursus jahit tas surabaya yang sudah berjalan 1 tahun sejak saya umumkan dipostingan INI. Belum lagi kesibukan mengerjakan pesanan-pesanan tas custom dari para pelanggan dan juga kesibukan melayani online shop saya yang jualannya cuma spesialis di doctor bag frame saja. Semua saya sangat syukuri....Alhamdulillah ya Alloh ya Robb. Plus...saya juga habis pindah rumah...jadi kebayang kan rempong surempongnya.

Dikarenakan sebab-sebab itulah saya sekarang jarang up to date di blog ini, tapi blog tidak akan saya tinggalkan, karena ini salah satu hobi saya juga. Semacam me time saya gitu deh menulis itu. Banyak hal dari kesibukan jahit saya yang sebetulnya ingin saya bagikan. Saking lamanya vaccum ngeblog, sampai-sampai bingung harus mulai dari mana ceritanya. Pokoknya sih ada berita baru tentang tempat kursus saya, tempat baru saya, update dari frame doctor yang saya produksi, pelajaran jahit sepatu, lalu juga sekarang saya punya upgrade an skill menjahit saya yang mulai menjamah perkulitan. Entar ya kalo ada waktu saya sharing disini cerita, ilmu dan tips triknya. Ditungguin saja ya. Semoga teman-teman pembaca blog ini selalu setia mengunjungi blog usang ini dan bisa mendapat ilmu yang baru dari sini juga.

Waalaikumsalam wr wb.....sampai jumpa di postingan berikutnya yang lebih greget lagi. ^_^

Senin, 20 Mei 2013

Tentang Milo dan Lolly

Beberapa waktu yang lalu sebelum saya berangkat melaksanakan ibadah umroh, saya dihadapkan dengan masalah berat. Saya diharuskan keluarga suami untuk  'menyingkirkan' 2 makhluk penyemangat hidup saya, kucing dan anjing saya. Berat, pasti!! Kehilangan, sudah jelas!!. Ini karena mereka tidak paham tentang anjing dalam islam.  Akhirnya saya meminta teman saya yang saya kenal mempunyai keluarga yang doglover untuk mengadopt anjing saya Lolly. Dan saya tetap mempertahankan kucing saya Milo.

Sebelumnya saya sudah mensterilkan (KB tetap) untuk anjing dan kucing saya. Saya tidak mau memberi masalah baru untuk keluarga teman saya, dan saya juga memang prosteril untuk hewan. Steril hewan bertujuan untuk menekan populasi yang tidak diharapkan dan meningkatkan daya kesejahteraan hidup hewan tersebut sendiri.

Dua hari sebelum saya berangkat umroh saya sudah mengirimkan anjing saya keluar kota, dimana rumah teman saya itu tinggal dengan banyak pesan terhadap jasa penggantarnya, karena bagaimanapun saya menyayangi anjing saya seperti anak sendiri, Saya ingin yang terbaik buatnya, dan bye bye Lolly. Saya masih pengen menjenguknya dalam waktu dekat ini.

Cerita kucing saya Milo lebih tragis. Setelah saya tinggalkan selama 16 hari untuk umroh, saya tidak menemukan Milo dirumah. Kata orang yang saya sewa jasanya untuk merawat Milo, Milo udah meninggal 3 hari sebelum saya pulang umroh. Nangis!! Sesenggukan! Nyesel!

image by me
Orang yang saya sewa jasanya tersebut bukan orang baru, dan salah satunya juga sayang sama kucing, jadi saya tidak berprasangka jelek padanya, karena awalnya juga dia ingin merawat Milo dirumahnya karena baik karakter kucing ini memang. Kemungkinan Milo makan sampah yang ada racunnya, intinya keracunan kalau orang sewaan saya tersebut bercerita. Salahnya saya tidak meninggalkan no tlp dokter hewan padanya, karena saya tidak berfikiran kucing saya bakalan sakit atau terjadi hal yang lain. Maafkan saya Milo T_T.

Sekarang saya malah kehilangan keduanya dirumah saya, padahal saya awalnya ingin mempertahankan salah satunya hiksss hiksss hiksss. Yang penasaran dengan lucu dan tidak biasanya kucing dan anjing saya bisa dilihat di Facebooknya DISINI. Hiksss hiksss hiksss


Jumat, 05 April 2013

Cerita umroh 2 : Anak gaul arab

Selama kami umroh, terutama saya dan suami adalah tipe-tipe pelancong....muter terus...jalan-jalan terus xixiixix. Yap! saya dan suami memang jika ketempat baru selalu explorasi, malah berharap ketempat yang tidak terencana dan nyasar, dengan nyasar itulah kami secara tidak langsung akan tahu tempat-tempat yang tidak kami duga sebelumnya. Dan banyak dari anggota keluarga kami yang ikut umroh mendapat info tempat dimana beli ini itu dari kami, hasil dari nyasar xiixixix.

Kami juga sering dapat teguran dari keluarga, 'dihemat tenaganya, ibadahnya masih banyak dan berat'. Tapi Alhamdulillah kami selalu bisa melaksanakannya tanpa terlalu kecapaian, Thanks Alloh !!. Kami merasa sangat beruntung, karena disaat anggota keluarga lain terkena flu, sakit ini itu, capek sana sini, kami berdua selalu vit hingga pulang ke Indonesia. Alhamdulillah....

Karena itulah di setiap tempat tidak jarang kami bertemu ABG (anak baru gede = remaja) yang modelnya tidak beda dengan di Indonesia namun nampak tidak familiar untuk di tanah arab. Karena setahu sepenglihatan kami, pria wanita diarab selalu pake gamis, minimal baju muslim lah. Nah yang kami lihat para abg gaul ini mereka pake celana pendek (laki-laki) dan kupluk gaul sambil nongkrong dengan menaikkan kaki saat makan dan bercengkrama di foodcourt mall. Dan tidak jarang mereka punya 'ojek' kursi roda di pelataran masjid al Haram, kadang mereka juga suka iseng meminta rokok pada orang Indonesia yang terlihat sedang merokok.

sudut disalah satu foodcourt,tempat gaulnya abg biasanya :D

Hmmm..tapi mereka masih sopan gak sebrandal abg di Indonesia xixiixixi. Mereka gaulnya di mall yang berhadapan dengan masjid Al Haram. Dan seringnya mereka terlihat saat abis shalat shubuh dan shalat isya, tapi memang buat saya pemandangan seperti itu aneh tapi sekaligus mengagumkan, karena mereka masih tetap menjalankan shalat. Saya sama suami sampai menyebut mereka anak gaul subuhan hahahahhaha....Saluttttttt...sayang saya gak sempet ngefoto, sungkan jehhhhh!! heheheheh

Rabu, 03 April 2013

Cerita umroh 1 : Sekilas pengalaman umroh 2013

Umroh adalah ibadah haji kecil dengan mengunjungi tempat-tempat suci dan bersejarah islam di tanah halal (Madinah) dan tanah haram (Makkah) biasanya diikuti ritual niat ihram, thawaf dan sai dan tahalul (memotong rambut). Selanjutnya tentang perbedaan umroh nanti saya tulis dipostingan saya selanjutnya.

Alhamdulillah saya dan keluarga ber-10 orang bisa melaksanakan ibadah haji kecil (umroh) selama 16 hari. Dan alhamdulillah juga saya sehat selama berangkat hingga pulang kembali ke Indonesia :), Alhamdulillah barokallah :). Saya seumur hidup tidak pernah menyangka akan pergi ke tanah suci meski sekadar untuk umroh, semua karena berkah dari Allah melalui mertua saya yang telah memberangkatkan kami semua anak, menantu dan cucunya, thanks ya Maaa.....*meski saya telah menggosipkannya disini* xixiiixixixixi.

Persiapan kami cukup mepet, kami mendaftar umroh pada akhir bulan februari dan berangkat umroh dipertengahan maret, untungnya kami telah mengurus paspor terlebih dulu diawal januari yang lalu, cara mengurus paspor tanpa calo bisa diklik postingan ini :-D. Untuk saya dan beberapa kakak2 yang belum mempunyai pengalaman pergi umroh memang sangat kendandapan (red: tergesa-gesa) persiapannya, terutama soal manasik dan beberapa bekal yang dibawa saat umroh. Apalagi kami tidak pernah punya koleksi baju muslim/gamis sama sekali heheheheheh #payah.

Kami sekelurga umroh dengan bergabung dengan travel agent suatu pesantren di kota jember. Alasannya karena kami ingin bimbingan lebih saat berumroh nanti. Kami tidak ingin seperti sekadar travelling, tapi benar-benar ibadah.

image by me
Kami memang mengikuti program umroh plus jadi fasilitas yang kami dapatkan disana juga Alhamdulillah like at home. Hotel kami baik di Madinah maupun di Makkah sangat dekat dengan masjid terbesar di kota tersebut, yakni Masjid Nabawi di Madinah dan masjid Al Haram di Makkah. Kami tinggal jalan kaki saja tiap akan melaksanakan shalat jamaah 5 waktu ke masjid, karena memang hotelnya tepat di depan masjid :-D asikkk banget yaaa....

Pengalaman saya selama umroh sangat terkagum-kagum, disana semua area suci, tiap saat jalanan, parkiran, pelataran dicuci dengan air jadi kapan saja bisa digunakan untuk shalat, beda banget dengan Indonesia yaaaa :p. Dan disana tidak ada yang dipersulit dalam melakukan ibadah, tinggal pake baju lengkap dan berkerudung bisa langsung sholat, tidak seperti di Indonesia yang tiap shalat harus memakai mukena/rukuh. Mungkin karena Indonesia masyarakatnya tidak semua memakai baju gamis dan berkerudung seperti di tanah arab. Disana orang mau bisa jalan, tidak bisa jalan, lumpuh, tidak kuat berdiri semua tidak ada alasan untuk meninggalkan shalat 5 waktu, itu yang bikin saya amazed banget.

Jadi karena itu pemandangan di masjid disana sangat berbeda dengan masjid di Indonesia.  Di Makkah dan Madinah saat waktu shalat banyak kita jumpai lelaki perempuan bergamis, khusus perempuan kebanyakan mereka bergamis panjang mulai kepala hingga mata kaki tidak terlihat plus bercadar. Banyak juga orang berukuran badan besar yang menjinjing kursi kemasjid untuk digunakan bershalat yang biasanha untuk mereka-mereka yang tidak kuat jongkok dan bersujud. Dan untuk yang sudah tidak kuat berjalan ataupun lumpuh, mereka juga memasukkan kursi roda kedalan masjid untuk bershalat. Amazingggggg......gak pernah ada alasan untuk tidak shalat, beda dengan di Indonesia,  sakit dikit udah gak mau shalat #ngaca ah ziziziziizizi.

Disana gak selalu harus pake sajadah, karena semua tempat dimasjid suci, baik di dalam maupun di pelataran masjid, bahkan di mall yang menghadap ke masjid Al Haram pun bisa digunakan untuk shalat berjamaah. Oh ya disana itu tiap hotel saling terhubung pintunya dan semua ruangan luar dalam maupun kamar difasilitasi dengan speaker/pengeras suara yang terhubung dengan masjid Al Haram dan kita masih bisa shalat berjamaah di kamar jika mau karena kita masih bisa mendengar suara imam dengan jelas.

Ahhhhh hidup disana enak, saya kerasan tinggal disana meski suhunya 35 - 45º tiap harinya, tapi tidak terasa panas apalagi berkeringat lhoooo. Karena disana juga anginnya lumayan kenceng, belum lagi di lingkungan masjid dipasang kipas, AC dan blower dimana-mana, pokoknya kita disana tuh dimanjain banget deh fasilitasnya.

Disana, mall maupun toko-toko akan tutup sementara saat waktu shalat kurang setengah jam sebelum adzan dan itu terjadi sepanjang shalat 5 waktu. Asikkkk yaaa....sambi kerja sambi tetap ibadah berjamaah. Disana juga orang berebut tempat dan shaf shalat, mereka menyesak-sesakkan barisan tidak seperti di Indonesia yaaaa....yang kadang waktu shalat Ied harus ada yang mengatur dan gak mau kalau dipepet :-D. Disana harus 1-2 jam sebelum waktu shalat jika ingin shalat didalam masjid dan dapet tempat, yang belum tentu juga dapet tempat di shaf terdepan. Karena disana banyak yang tidak pulang setelah shalat karena ingin beritikaf di masjid. Boookk disini shalat tarawih aja cepet-cepetan karena udah ditunggu sinetron hahhaahahah.

Jadi umroh saya kemarin itu berangkat dari Indonesia tanggal 18 Maret nyampek Madinah tanggal 19 Maret dan saya di sana selama 5 hari lalu pindah ke Makkah tanggal 23 maret kira-kira 8 hari disana dan tanggal 1 April kami balik pulang ke Indonesia, sempet bermalam transit di Jakarta dan tanggal 2 April baru flight ke Surabaya dan sampain di rumah dengan sehat wal afiat dan tidak sakit.....Alhamdulillah.

Cerita saya tentang pengalaman umroh akan saya lanjut di postingan selanjutnya ya.

Sabtu, 02 Maret 2013

Kinco sudah langka lho

Kinco, adalah buah yang bertekstur seperti jambu biji (jambu kluthuk) dengan rasa seperti buah asam namun tidak terlalu kecut. Bentuknya bulat dan kulitnya keras seperti batok kelapa. Buah ini sudah jarang dijumpai bahkan dipasar tradisional lho. Dulu saat masih kecil, saya sering beli rujak gobet yang penjualnya selalu menambahkan buah ini sesendok untuk di campur rujak, rasanya pas sekali dipadukan dengan pisang batu.
image by me
Sejak berpindah kota karena melanjutkan sekolah dan menikah, saya sama sekali sudah tidak pernah berjumpa dengan buah ini, apalagi untuk merasakan buahnya. Entah sudah sekitar berapa tahun ya...emmmm kira-kira sejak saya SD di tahun 1990-an, dan ditahun 2013 saya baru ketemu lagi dengan buah ini di pasar tradisional seminggu yang lalu.

Penjualnya adalah kakek yang membawa pikulan sambil keliling menjajakan buah kinco, dan saya berjumpa di pasar tradisional dekat rumah saya. Kakek tersebut bilang, buah ini sudah langka mbak, silakan silakan dibeli. Lalu ada bapak disamping saya yang tentunya usianya lebih tua dari saya tapi tidak tahu buah ini dan dia bertanya "mbaknya makan buah kayak gini?memangnya bagaimana cara makannya?" Saya jawab : "dicocol gula bisa dicampur rujak gobet juga bisa pak, wheeenaaakkk". Beliau menjual perbutirnya Rp. 2000,- murah kan ya buah sebuah buah langka, langsung saja saya beli 2 buah. Saja jadi ingat kebiasaan kecil saya, kalau memilih kinco harus dibaui. Kalau baunya agak asem mendekati busuk itu berarti mateng dan siap makan. Karena kulitnya tebal dan keras, saya bener-bener harus menempelkan hidung saya.

Seperti halnya buah juwet dan jambu monyet yang pernah saya ceritakan dahulu. Buah kinco ini juga mampu membeli masa lalu, saat masih saya masih kanak-kanak. Setelah beli dan memakannya bersama rujak, saya langsung terbayang suasana desa jaman dulu yang belum ada listrik dengan kehidupan yang sangat sederhana namun membahagiakan. Dan juga dengan teman-teman masa kecil yang suka ngajakin beli rujak kinco....woowwwhhhh I miss that moment, I miss my childhood.....Terima kasih buah kinco, kau mengingatkanku akan masa kecilku yang sangat bahagia ^_^.

Minggu, 10 Februari 2013

Jika pasanganmu tidak menyempurnakanmu

Apa jadinya jika pasangan kita tidak menyempurnakanmu?? Perasaan ini kerap hinggap dihati saya, perasaan ini tidak hanya berasal dari perasaan sawang sinawang tapi juga berasal dari hati terdalam saya. Pertanyaan-pertanyaan seperti kenapa aku tidak seideal temanku, kenapa suamiku tidak seperti suami temanku, kenapa suamiku tidak sesuai dengan yang dulu dan banyak lagi muncul perasaan-perasaan yang berkecamuk.

Mungkin karena tingkat kegalauan yang bertumpuk, orang mampu merasakan seolah-olah cuma kita manusia paling tidak beruntung didunia, manusia paling sial di dunia ini, Subhanallah...istighfarlah saya dan kita semua kalau sudah merasa seperti itu. Kita di beri nafas untuk hidup saja sudah sepatutnya kita sangat syukuri, karena saat kita bisa hidup kita mampu mewujudkan impian kita dan mungkin juga bisa mengatasi masalah kegalauan kita.

Kita menikah pada dasarnya menyempurnakan iman, tapi bukan berarti kita menjadi orang yang sempurna. Sudah seharusnya menikah yang pada dasarnya hal suci yang sangat disakralkan mampu menyempurnakan keimanan sesama pasangan. Saat lelaki mengucap ijab kabul, saat itulah beban dan aib perempuan menjadi tanggungannya. Sesungguhnya berat menjadi lelaki, maka kita sebagai perempuan hendaknya membalas dengan kesetiaan dan kasih sayang. Bagi yang belum sadar cepatlah kembali ke jalan yang benar :D. Tidak hanya itu, sebagai suamipun mereka harus menafkahi istri dan anak-anaknya berupa kebutuhan dasar sandang, pangan, papan, ijin dll. Dan juga diharapkan membimbing kebaikan dalam agama dan meningkatkan kualitas keimanan lewat perkawinan. Sungguh berat tugas lelaki dan suami, namun kadang banyak yang terlupa, menurut  mereka menikah adalah hanya sekedar legalitas untuk berhubungan badan.

image by google
Saat suami tidak menuntun shalatmu bahkan mengimamimu, saat itu pasanganmu tidak menyempurnakanmu. Saat suami tidak menaikkan derajatmu dihadapan keluarganya, itu juga pasanganmu tidak menyempurnakanmu. Jangan diam, 'teriaklah' pada pasanganmu jika hanya menikahimu untuk direndahkan olehnya. Dan itulah yang akhir-akhir ini banyak dirasakan oleh sebagian pasangan yang berteriak-teriak KDRT. Semoga kehidupan rumah tangga kita selalu penuh komunikasi dan pasangan kita pun termasuk kriteria yang menyempurnakan. Amiiiinnn....

Bukan membandingkan dengan pasangan lain, tapi apa yang menjadi kebutuhanmu jika tidak dipenuhi suamimu jangan segan berkomunikasi dan mengkomunikasikannya. Karena KDRT biasanya diawali dengan misskomunikasi dan akhirnya bertumpuk seperti gunung berapi, dan BLARRRRRRRR...rumah tanggamu END.Semoga rumah tangga kita selalu diberkahi Allah dan semoga pasangan kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang tidak menyempurnakanmu tetapi seseorang yang akan menaikkan derajatmu meski caranya tidak seperti pasangan pada umumnya. Amiinnnn....!!

Senin, 28 Januari 2013

Belajar mendengarkan, menelaah, berfikir dan berkomentar

image by google

Saya sedang rajin menulis nih di blog saya, biasa deh ya biasanya pemicunya kegalauan yang tak berujung dan kadang tanpa sebab hehehhehe :P. Judul postingan saya kali ini agak panjang ya "Belajar mendengarkan, menelaah, berfikir dan berkomentar". Postingan ini menjadi sequel dari postingan terdahulu saya yang berjudul "Belajar berkata : Tolong, Maaf, & Terima kasih" dan "Belajar bersikap: sabar, ikhlas & bersyukur".

Saya terinspirasi menulis judul-judul diatas biasanya karena peristiwa yang baru saya alami atau sedang saya alami, atau juga mungkin tidak saya alami sendiri tapi hanya saya saksikan di televisi #infotainmentfreak!. Belajar mendengarkan, menelaah, berfikir dan berkomentar, saat ini tidak banyak yang memperhatikan pentingnya. Saya lihat di televisi tidak hanya infotainment, tapi berita-berita nasional juga politik grafik dan trennya sama. Mereka terburu berkomentar tanpa banyak berfikir, tapi ada juga  beberapa figur yang memang sangat bijak menanggapinya, tapi langka jumlahnya.

Kebanyakan orang sekarang tidak hanya figur di televisi banyak yang terlupa akan sikap "mendengar" dan terlampau mempercayai pendapat sendiri. Sikap mendengar ini perlu kita sempatkan agar kita tahu bagaimana orang lain menilai pribadi kita. Kalau kata kita sendiri mah, diri kita yang pualing baik sedunia. Padahal kita lupa, kita hidup sosial bermasyarakat. Kita lupa kita berkoloni dan berinteraksi dengan orang lain yang tidak semua satu pendapat.

Saat ini banyak orang sombong yang kepedean untuk terlalu cepat berkomentar hanya karena sedikit terusik. Padahal tidak semua anggapan harus kita perjelas ke yang tidak bersangkutan dengan kita. Redam emosi, kendalikan ego kita lah, coba dengar dulu apa yang orang sampaikan padamu, kemudian telaah lalu mulailah berfikir kenapa bisa begitu, baru setelah kamu yakini semua, berkomentarlah. Saya pribadi yakin kok komentar yang keluar dari proses mendengar, menelaah serta berfikir adalah sebuat keputusan dari persetujuan dari sisi positif dan negatif kita.

Fase mendengar adalah fase dimana kita ditunjukkan orang lain dimana hal yang menarik dan tidak menarik atas kita. Tidak perlu marah, karena itulah wujud kepedulian antar manusia. Banyak saya melihat para figur yang terlalu sombong atas dirinya, emosi tingkat tinggi, hobi menggertak untuk mengecilkan kedudukan seseorang, berkoar-koar dengan arogannya. Tapi setelah beberapa waktu dia akan berbeda sikap karena telah menyadari ketidaktahuannya. Jangan sampai kita jadi orang yang menjilat ludah sendiri.

Ada pula contoh dari orang terdekat saya, sering saya ingatkan untuk belajarlah mendengar pendapat orang lain meski baik buruk. Mengiyakan tapi tetep keukeuh dengan pendapat sendiri dan kadang menjadi 'uring-uringan' karena tidak bisa menerima pendapat orang lain.

Saya ini pun masih dalam tahap belajar mendengarkan, makanya saya berusaha berbagi, mengingatkan meski hanya lewat tulisan. Belajar mendengarkan, menelaah, berfikir dan berkomentar penting untuk kita agar menjadi pribadi yang stabil dan tidak mudah goyah karena keadaan.

Jaman sekarang banyak orang rapuh, galau dan gampang termakan bujukan. Banyak yang membebaskan diri tanpa aturan, banyak yang menghalalkan cara untuk tujuan kepentingan. Hmmm...akankan kita jadi pribadi yang terjerumus lebih dalam??

Tidak ada mudharatnya kok memulai belajar mendengarkan, menelaah, berfikir dan berkomentar dalam setiap langkah keputusan dan berkomentar, guna menjadi pribadi yang lebih stabil dan tidak bertindak grusa-grusu yang menghasilkan penyesalan di kemudian hari. Yuuukkk ahhhhh.....

Minggu, 27 Januari 2013

Dua kuning telur dalam sebutir telur

Dua kuning telur dalam sebutir telur?? aneh apa justru normal?. Kenapa bisa gitu? apa iya kalau pada manusia ada kembar siam dempet, maka di telur juga kemungkinan begitu juga ada?. Silakan googling sendiri kronologisnya dengan kata kunci "Dua kuning telur dalam sebutir telur" pasti udah banyak yang menuliskan penjelasan lengkapnya xiixiix.

Barusan tuh saya kelaparan gak penting trus saya kan memang favorit banget dengan telur ayam, yang kepikiran adalah bikin telur ceplok buat penggugah selera makan. Sekelebat saya langsung menuju kulkas dan mengambil sebutir telur.

Menuju dapur saya yang kecil dan langsung memanaskan wajan, dan telur pun pyarrrr!!! saya pecahkan, lalu mata saya tertohok, pada wajan. Subhanallah....baru kali pertama saya melihat 2 kuning telur dalam sebutir telur. Langsung saja saya lari sekenceng-kencengnya nyari suami saya guna menyaksikan peristiwa ruarrrr biasa ini berdua xixiixixix.

Eh tidak pula saya jumpai suami, entah dia lagi dimana. Lalu melanjutkan pelarian saya menuju kamar. Yapp!! mengambil handphone berkamera buat mengabadikannya trus di upload di facebook & BBM hehhehhhe #4l4yMode. Jepretttt!! telur yang dari tadi saya cuekin karena sibuk lari kesana kemari cari suami ternyata udah mulai matang, untung masih kelihatan 2 kuning telurnya.

Kalau jaman saya kecil dulu sih pernah juga lari ketakutan gara-gara telur. Jadi pas saya mau makan ngambil telur rebus yang udah disiapkan ibu sebelum beliaunya kerja. Saya lihat ada titik gelap ditelur matang tersebut, saya langsung ketakutan. Saya mengira telur tersebut ada anak ayamnya, dan terebus dan mati huahahhahah. Masa Allah...ogebnya saya, padahal hal tersebut karena ibu ngerebus telurnya terlalu lama (well done).

Subhanallah ya....Tuhan bisa saja menciptakan sesuatu yang menurut saya AMAZIIIIIIIINGGG BUANGETTTTT!!! yaitu keberadaan dua kuning telur dalam sebutir telur. Allahu Akbarrrrr!!

image by me

Minggu, 20 Januari 2013

Semua demi prestisius dan imej

Saya mulai jengah dengan yang namanya Prestisius (eng: prestigious) dan imej (eng: image). Kalau dalam bahasa inggris Image adalah an iconic mental representation (noun.cognition) dan Prestigious having an illustrious reputation (sumber: sederet.com). Jadi Image = gambaran diri dan Prestigious = Gengsi/reputasi , dua hal ini pada dasarnya berarti positif namun sekarang kerap dilekatkan dengan diri seseorang yang dinilai negatif dan berhubungan dengan kesenjangan sosial di masyarakat, biasanya akibat kebiasaan sawang sinawang.

Trus masalah saya dimana?? Kenapa ujug-ujug curhat tentang imej dan prestisius disini?? Apa hubungannya?? Pasti lagi galau yaaa.......hayooo ngakuuuu???! Iya saya lagi GALAUUUUUU.

Saya galau karena perasaan ini merasa 'ditekan' untuk ikut dalam kumpulan penuh prestisius demi jaga imej. Itu sangat menyiksa yaaa....Saya itu doyan barang murah tapi bukan barang diskonan. Saya kurang suka barang mahal yang kurang worthed menurut saya, meski worthed tapi pertimbangan saya tetep di nominal. 

Saya pernah hidup sangat kekurangan dan saya pernah hidup sendiri jadi saya tahu rasanya bagaimana memanage keuangan itu dengan wajar dan sehemat-hematnya. Jadi  kalau sekarang punya duit saya harus sebisa mungkin memanagenya dengan benar. Apalagi hidup di kota besar macam Surabaya gini, semua serba beli tidak ada yang bisa digratiskan dengan ucapan makasih!.

Saya juga kurang tertarik tergabung dan menggabungkan diri dengan orang berpunya dan dengan kekuasaan tak terbatas karena tidak punya link seperti yang sedang teman saya lakukan seperti social climbbing!
image by kompasiana
Banyak orang senang dengan anggapan prestisius dengan menjaga segala macam imej mereka yang kadang akan menyiksa diri mereka sendiri. Ada yang berlomba-lomba ikutan kelompok-kelompok sosialita dan arisan tidak penting yang cuma jadi ajang pamer kekayaan. Ada yang sengaja mendekati manusia-manusia berduit dan bertingkat sosial tinggi, semua demi prestisius dan imej semata dimata sesama manusi. Huftttt gak penting!!

Imej dan prestisius yang saya ceritakan adalah dalam sisi negatif seperti yang saya amati dari sebagian besar teman-teman saya. Kadang juga dari tipe obrolannya yang tidak ada korelasinya dengan kenyataan yang ada membuat saya mengelus dada dan miris kasian. Hingga dimulai dengan 'mengkerenkan' nama dengan merubahnya, pernyataan-pernyataan yang saya memang tidak bernapsu untuk mengetahuinya tapi dia sampaikan seperti kalimat "Hey look at me!". Akankah dia termasuk orang yang sedang krisis kepribadian??? atau malah lebih parah berkepribadian ganda?? huahhahahahahah *saya sedang ngegosipin teman saya loh*

Sudahlah, lebih enak hidup apa adanya. Tidak ada tuntutan ini ituh anu yang menyiksa diri sendiri. Hidup sewajarnya lebih enak kok, taraf hidup pun bisa naik lewat tutur kata juga empathy kita terhadap sesama, daripada maksa jaga imej demi cap prestisius! TRUST ME IT WORKS!! #bukaniklanbiasa :D

Senin, 24 Desember 2012

What's on your mind?? Galau!!

Akhir-akhir ini saya cukup sering mengalami kegalauan tak beralasan. Kebanyakan wanita sering galau tanpa tahu penyebabnya, mungkin juga ada hal yang tak bisa terkatakan. Etapi saya kayaknya sedang menciptakan kegalauan saya sendiri deh ya.

Lihat saja, suami saya keluar kota dan saya menolak menemani karena memang tidak jelas urusannya dan tidak ada kejelasan akan nasib saya nanti disana. Yang sering sih, saya mengalami kegalauan yang tidak ada jalan keluarnya, dan akhirnya saya memilih pulang duluan.

Saat suami saya keluar kota dan saya memutuskan tidak mengikuti dengan alasan yang sama dengan diatas, saya otomatis berada dirumah sendirian. Nah saat sendiri itupun juga saya merasa kesepian dan akhirnya galau, lalu ujung-ujungnya nyampah disocmed (plurk & twitter) dengan hasteg #kegalauanmassal heheheheh :).

image by google
Saya berasa jadi miss galau tanpa sebab dan jalan keluar. Kadang juga ada dan tidak ada suami saya juga bikin galau. Buka sekadar tentang kesepian, tapi kadang saya jadi uring-uringan sendiri jika ada hal yang tidak didiskusikan dulu dengan saya, secara saya itu istrinya gitu loh. Saya berasa tidak ada artinya, malah kadang saya dianggap tidak perlu tahu akan hal yang akan diputuskan. SAKIIIIIITTTTTTT banget!!.

Seperti hal terakhir yang suami saya lakukan, dia membeli jam tanpa sepengetahuan saya. Padahal perginya dengan saya dan lihat jam nya juga sama saya, tapi kenapa gitu yah saat memutuskan beli itu seperti menyembunyikan dari saya. Dan saya tahu setelah sebulan, itupun saat dia cerita sendiri.

Trus ada kejadian lagi suami saya ada rencana membeli kebun patungan dengan kakak dan ibunya, dan saya tidak dianggap terlalu penting untuk diajak diskusi meski hanya untuk meminta pendapat saya. Hmmmm...apa iya saya itu terlalu berlebihan yah merasa kalo tidak dianggap terlalu penting??

Saya memang tidak terlalu komunikatif, saya juga selalu sulit mengungkapkan uneg-uneg saya. Kadang saya perlu moment yang tidak dikhususkan untuk mengungkapkan uneg-uneg saya, itupun pasti sambil keluar air mata. Saya tidak bisa berpendapat terhadap hal yang shocking secara spontanitas, saya tipe pemikir. Sebelum bicara saya selalu harus menata dan memikirkan akibatnya. Kecuali hal yang akan saya komentarin itu tidak ada hubungannnya dengan saya, saya kadang cukup refleks untuk  menanggapi.

Kadang hal tersebut yang membuat saya tidak mudah mengungkapkan kegundahan dan uneg-uneg saya sendiri, Karena saya sudah membayangkan efek terburuknya. Setelah saya yakin dan mempunyai jawaban A,B,C baru biasanya saya akan berbicara. Atau setidaknya saat hati saya menjadi sangat tenang dan tidak gugup.

Karena itulah saya kadang disebut tidak bisa ngeblend dengan orang baru. Tidak ramah, tidak supel  dan tidak hormat. Padahal saya itu kadang kalau ketemu orang cukup saya tahu nama orang tersebut, kedudukannya untuk saya dan bagaimana saya menghargainya. Hal itu sudah cukup. Saya kurang suka mengorek background ataupun membuka obrolan lebih. Saya tidak mempunyai ketertarikan lebih terhadap sesuatu yang menurut saya kurang memberikan manfaat buat saya. Meski kadang saya juga gak tahu mungkin memberikan nilai lain buat saya. Ya, lebih tepatnya saya menutup diri!

So, what's on your mind now? Kalau saya sih topiknya lagi GALAU saja, dan sedang mengembangkannya menjadi kegalauan tak berujung deh kayaknya xixixiixi.


Sabtu, 22 Desember 2012

Road to 2013

Saya pikir tiap tahun adalah berkah, selalu saja ada kebaikan yang menyertai. Tidak boleh menyesali tahun sebelumnya, cukup perbaiki saja ditiap harinya dan di tahun kedepannya. Apa yang belum terjadi menurut harapan kita, cobalah tetap bekerja keras untuk mewujudkannya di tahun depan yang tinggal beberapa minggu lagi.

Tahun baru adalah start untuk mengevaluasi kegiatan kita ditahun kebelakang, lalu mengupgradenya menjadi lebih baik. Jika ada keburukan, mari kita tinggalkan pelan-pelan dan memperbaikinya. Jika ada kebaikan, mari kita tetap teruskan dan lebih lebih dan lebih baik lagi.

Kalau saya tahun 2011 dan 2012 adalah tahun terbaik saya, saya bangga dengan apa yang sudah saya putuskan juga yang sudah saya lakukan selama tahun tersebut. Tahun 2013 ini yang agak membuat saya tidak cukup bahagia, karena saya mulai memasuki usia 30 tahun.

Usia 30 yang sangat sensitif terhadap segala macam pertanyaan dan seperti dikejar waktu biologis saya. Sudah terbayang hidup saya makin rumit saja memasuki tahun 2013. Oh God, My Lord, My Allah....please guide me!. Saya tidak mau merencanakan apapun di tahun 2013, saya sudah hopeless duluan. Hanya berharap mengalir seperti air saja, go with the flow.

Saya selalu percaya, Allah selalu mendekatkan kebaikan untuk saya dari tahun ke  tahun. Jadi apapun yang terjadi, meski prosesnya tidak mengenakkan untuk dijalani, saya selalu percaya semua itu menuju ke kebaikan untuk saya. Jadi percayakan segalanya PADANYA saja. Pasrah, sabar, ikhlas dan bersyukur.

Rabu, 30 Mei 2012

That's what friends are for

image by: Google

That's what friends are for....bukan sekadar lirik lagu, tapi juga ada maknanya dalam kehidupan saya. Entah yang nyiptain judulnya itu bener- bener pengalaman sendiri mungkin ya, kok memorable dan everlasting banget hingga saat ini.

Saat saya menuliskan status di social media saya "teman²ku baek² sekali....jadi terharuuuuuu", saat itu saya merasa so blessed by God! Saya bersyukur sekali punya teman-teman yang sangat perhatian, bukan sekadar mendengarkan curhat saya tapi juga sesuatu yang kadang tidak saya harapkan lebih dari teman-teman saya.

Kejadian beberapa tahun yang lalu, saya yang banyak di kecewakan teman-teman saya, sahabat yang menusuk dari belakang, teman yang menipu keuangan saya, sahabat yang mencoba mengoyak rumah tangga saya, saya agak tidak percaya dengan pertemanan. That's what friends are for...?? Tuhan seperti sedang menguji saya habis-habisan dan bertubi-tubi. Mungkin saat itu Tuhan juga mengajarkan pada saya, kesabaran itu buahnya manis. Dan sekarang saya seperti sedang panen buah tersebut. Kebaikan teman-teman saya membuat saya mampu melupakan sakit di masa lalu.

Dalam hubungan apapun, saya sebenarnya sangat totalitas karena saya pribadi tidak suka kehilangan teman meski hanya secara online. Teman buat saya orang yang menginspirasi saya dengan cerita-cerita kehidupannya. Tapi jeleknya saya saat kehilangan satu teman, maka saya selalu bersikap memblokade diri saya untuk semua teman,karena kecewanya itu lhooo lebih dari bikin broken heart :( dan saya cenderung menyamaratakan perlakuan ke teman, saya seakan 'memblocklist' nya dalam hati dan kehidupan saya.

Saya juga masih punya satu sahabat sejak kuliah yang hingga saat ini sangat-sangat loyal. Meski kadang saya kurang mengerti dia, tapi dia sangat-sangat sabar dengan curhat saya, dan tidak pernah ninggalin sekalipun. Dan suami, keluarga saya, keluarga suami saya, keluarganya dia juga sama-sama kenal. Jadi tidak pernah ada hambatan buat saya jika harus pergi berdua dengan sahabat saya ini, bahkan jika harus menginap dirumah masing-masing, yang kebetulan juga sama-sama cewek :P. Saat saya berbuat salah, saat saya keluar dari jalanNya, saat saya sedang di bawah seperti saat ini, dia selalu mensupport saya tanpa harus saya curhat dulu. That's what friends are for!. Tidak terbayangkan kalo saya suatu saat kehilangan dia dengan alasan sebaik apapun.

Saya juga saat ini punya teman-teman yang sangat baru saya kenal (kurang dari setahun), tapi mereka buaekkkk buangetttttt. Kadang mereka seperti malaikat disaat saya sedang down. Saat saya laper tiba-tiba ada yang ngajak makan & mengirim makanan, saat saya sakit ada yang tiba-tiba menawarkan pertolongan dan obat, saat saya sedang galau ada yang dengerin curhat saya gak lupa juga kasih solusinya meski lagi sibuk dengan pekerjaannya. That's what friends are for! Saat saya sedang bete ada yang tiba-tiba ngajak liburan saya....semua tanpa merepotkan saya, saat saya butuh tumpangan ada yang tiba-tiba ngasih tebengan. Baik sekali bukan teman-teman saya....??? Tapi untuk hal ini sayangnya suami saya tidak kenal baik dan juga tidak banyak menunjukkan dukungan dalam pertemanan saya ini dan tidak mendapat banyak restu dan ijin darinya, kadang boleh kadang keberatan. Beda dengan sahabat yang saya ceritakan diatas tadi.

Saya sangat menghargai semua hubungan yang membuat saya nyaman. Dan saya akan melakukan apapun jika hal tersebut baik untuk saya, kadang kurang perduli kalo hubungan ini hanya sementara atau saya tidak tahu sedang dimanfaatkan di belakang hari. Saya sungguh tidak perduli, yang penting saat teman memberikan sesuatu yang positif saat ini, I'll do everything for them. Coz, That's what friends are for!





That's What Friends Are For
By: Dionne Warwick





And I never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned

I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
To feel the way we do today and then if you can remember

Keep smilin' keep shinin'
Knowing you can always count on me for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for

Well you came and opened me
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you
And then for the times when we're apart
Well then close your eyes and know
These words are coming from my heart
And then if you can remember

Keep smilin' keep shinin'
Knowing you can always count on me for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for



Sumber: video (youtube.com), lirik (kapanlagi.com)

Jumat, 18 Mei 2012

Big Mirror, Bercerminlah!

Big mirror!! Cermin besar !! Mungkin wanita sudah dari sana nya yah suka banget dengan namanya cermin. Mau di rumah, di kamar mandi, di ruang tamu, tempat olahraga, di tas, di dompet, bedak dan kosmetik....semua ada cermin. Mulai ukuran mini, sedang bahkan besarrrr.

image by me

Seperti saya juga, saya suka cermin juga. Tapi saya suka cermin yang panjang (tinggi), karena saya suka melihat diri saya dari rambut sampai kaki hehehheh #narsis banget yak. Dikamar saya ada 4 cermin besar termasuk di kamar mandi hahahahaha......dimana mana ada cermin. Ukurannya 160 cm x 60 cm, tapi sayangnya saya kurang suka membawa-bawa cermin dalam tas tangan saya. Kosmetik saja jarang bawa, biasanya para cewek kan sebentar sebentar suka touch up make up gitu yak, kalo saya kurang suka :D.

Cermin besar (big mirror) pun seringkali saya buat untuk mengenali diri saya sendiri. Kata anak gaul "Ngaca donk!", yang kadang di ucapkan dengan nada tinggi, berkesan merendahkan/menghina tapi siapa yang sadar bahwa itu masukan lho buat kita. Kita disuruh bercermin, karena cermin tidak hanya merefleksikan badan kita tapi juga kadang kita mampu melihat jauh diri kita lewat bercermin *menurut saya* sih. Hayyooo sapa yang tidak suka cermin?? Sapa yang suka big mirror kayak saya???

Rabu, 16 Mei 2012

Tips : Ngebor tembok itu mudah

Ngebor tembok itu mudah!. Beberapa hari yang lalu saya nyoba belajar ngebor tembok. Eh lebih tepatnya terpaksa belajar ngebor ding. Jadi ceritanya saya pengen pasang gantungan baju stainless di kamar mandi. Nah tembok kamar mandi saya kan full keramik sampai atas, mau tidak mau harus ngebor tembok. Karena dipaku pun tidak bisa.

Saya minta tolong suamipun cuma dijanjikan tar sok tar sok (baca: bentar, besok). Sampai hari ke-3 pun tidak juga dipasang gantungan bajunya stress pengen bunuh diri #lebay. Padahal memang suami saya lagi sibuk anter sepupu daftar kuliah di sana sini hingga berhari-hari. Akhirnya saat suami saya tidak ada dirumah, saya beranikan diri memegang alat bor. Dari pada nunggu suami saya kelamaan. Kesan pertama: Kok berat?? Kok serem amat ada jarum diujungnya?? Kok pake listrik?? haduhhh. Segala macam perasaan lebay muncul, karena pada dasarnya saya takut banget dengan hal yang berhubungan dengan listrik.

Tips juga nih buat temen-temen yang pengen belajar ngebor tembok sendiri seperti saya.*sok bikin tips*.

1. Pertama kenali alat bor nya dulu, bisa di perhatikan, dipegang-pegang, pokoknya bikin chemistry dulu sama alat bornya biar kita merasa bisa mengendalilkan alat tersebut.

2. Coba mencet tombol power tanpa aliran listrik biar gak kaget sama suaranya. Bayangkan saja sedang main tembak-tembak an, karena alat bor tidak berbeda bentuk dengan pistol mainan hehehhehe.

3. Mencoba ngebor pada kayu, karena menurut saya kayu jauh lebih lunak dibanding tembok / dinding.

4. Mulailah mengembor tembok / dinding beneran. Caranya buat titik dengan pensil pada bagian dinding yang ingin di bor.

5. Setelah itu tandai dengan membuat titik (sedikit lubang) dengan paku, karena menurut saya mata bor akan terus menggelinding jika dia tidak menemukan titik pusat bertumpu (khusus newbie yah), kalo sudah ahli hal ini mungkin tidak seberapa perlu.
image by me


6. Mengeborlah dengan rileks, arah tangan lurus dan agak sedikit menekan mesin bor. Karena saat saya hanya sebatas menempelkan mata bor pada dinding, yang saya dapat lubang tidak bertambah dalam hanya segitu-gitunya.

7. Ukuran dalamnya lubang biasanya berdasarkan ukuran fishernya (fisher itu biasanya terbuat dari bahan plastik dan gunanya untuk 'memegang' sekrup yang menempel ke dinding) *sok tau banget saya* xixixixixi.

8. Kalau saya kemarin pas ngebor sih hampir setengah dari mata bor saya masuk ketembok. Setelah selesai ngebor dinding masukan fisher lalu tempel gantungan baju lalu sekrup dan kencangkan dengan obeng yang sesuai.

Dan inilah hasil ngebor saya hehehhe. Rapih bukan????
image by me



Tips ngebor tembok diatas berguna gak yah kira-kira ??? Oh ya jangan lupa mata bor, fisher dan sekrup harap disesuaikan ya ukurannya. Kalau tidak, nanti biasa kekecilan atau juga kebesaran lubangnya.

Setelah baca tips ngebor tembok ala saya, ngebor itu tidak susah lagi bukan??? *ke-PD-an*. Padahal kemarin saya sampai berkeringat waktu ngebor, antara takut listrik dan juga takut ambrol dindingnya hahahhahaha.

Selasa, 15 Mei 2012

Privacy = Harga mati

image by: google

Pernah mendengar privacy = harga mati ??. Kalau belum, itu menurut pendapat saya sendiri heheheheh. Sudah sekitar 2 bulan ini rumah kami disewa oleh suatu bridal designer untuk dijadikan butik di lantai 1 serta workshopnya yang terletak dilantai 2. Penyewa memang masih kolega ibu mertua yang sering jadi langganan untuk kebutuhan menjahit baju. Dan kami (saya dan suami) pun masih tetap boleh tinggal disini, karena memang tidak seluruh rumah disewa. Hanya ruangan bekas warnet saya dulu dan lantai atas, sisa lantai bawah hingga dapur masih menjadi teritorial kami.

Memang pembagiannya serba gak jelas, segak jelas uang sewanya , ruangan-ruangan dirumah kami hampir terisi oleh barang-barang penyewa hingga tersisa kamar tidur dan dapur kami. Tapi memang kami tidak alot, kamipun tidak keberatan, tapi tidak dengan area dapur. Ituh area teritorial saya, saya paling tidak suka ada orang menyentuh juga menggunakan dapur saya tanpa ijin,ijinpun saya masih keberatan heheheh apalagi sampai memakai peralatan 'perang' saya termasuk suami saya sendiri.

Entahlah ya, rumah saya serasa sudah dijajah area-areanya, tidak punya ruang privacy lagi. Padahal rumah kami cukup luas dan punya banyak pintu yang tidak tersambung dengan ruang-ruang dalam secara langsung. Kinipun untuk bersantai dirumah selalu ada keliweran orang masuk lewat, privacy kami sangat-sangat terganggu. Buat saya privacy = harga mati saat hal tersebut tidak dihormati. Saya jadi respectless dengan semuanya yang tidak menghargai privacy. Apalagi rumah adalah tempat paling nyaman saya yang ternyaman tentu saja kamar saya :).

Ahhh jadi pengen marah sendiri, saat menulis ini saya sambil pasang muka asem bin nesu-nesu sendiri karena kesal tapi tidak bisa melampiaskan. Aduh...sabar...sabar...sabar, wajib terus bersyukur saja.

Kamis, 12 April 2012

Belajar bersikap: sabar, ikhlas & bersyukur

Belajar bersikap: sabar,ikhlas & bersyukur itu tidak mudah! sulit, susah, tidak rela, keberatan tapi buahnya sangat manis *katanya*. Sudah lama sekali saya tidak menulis daily activity saya di blog ini. Hal itu sangat menyiksa karena saya tidak punya 'wadah' untuk mengungkapkan segala perasaan saya yang berujung kegalauan tidak pasti.

Selama saya tidak 'mejamah' blog ini, saat itu saya sedang diuji kesabaran dan keikhlasan saya menuju pribadi yang lebih dewasa *semoga*. Banyak sekali cerita yang ingin saya tumpahkan di blog ini, karena hanya itu penyaluran terbaik atas emosi saya saat ini. Tapi tidak saat itu juga saya tuliskan diblog ini, dikarenakan saya memang sudah tidak ada koneksi internet lagi dirumah *hiks*

Setelah warnet saya tutup pertengahan Januari yang lalu, otomatis tidak ada penghasilan. Selain itu saya juga harus menjual seluruh aset warnet untuk bertahan hidup hingga mendapat pekerjaan baru, disini saya belajar extra sabar.

Saat seluruh aset terjual, dan memang dana yang terkumpul tidak masuk ke tabungan melainkan untuk membayar tagihan-tagihan bulanan +/- 3jt/bln. Dan saat semuanya habis, sementara saya belum juga mempunyai pekerjaan baru....hmmmm saya hanya berdoa semoga selalu ada rejeki masuk tanpa saya harus berhutang. Dan Alhamdulillah selalu saja ada rejeki itu, tapi tetap saya belum mendapat pekerjaan baru juga *doh*. Sabar...sabar...sabar...

Belum lagi saat harus kehilangan kamera kesayangan saya yang saya peroleh dengan mengumpulkan duit per sen berbulan-bulan dengan pekerjaan yang tidak mudah. Sabarrrr....Juga segala kesibukan di dunia baru saya dengan SACC juga cukup menguras emosi dan kesabaran saya untuk memanage komunitas ini, tapi juga memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan.

Fyi, saya dan suami dari awal pernikahan memang hanya mempunyai usaha warnet. Dan jadi satu-satunya sumber penghasilan saya selama ini. Suami saya juga tipe orang yang tidak bisa bekerja dengan orang lain. Yah, saya selalu berusaha iklhas, meski tidak seperti idealnya rumah tangga lain, tapi saya bahagia. Karena suami saya cukup menerima diri saya dan saya pun tidak pernah merasa keberatan jika jauh dari ideal. Hingga saya merasa ujian ini bertubi-tubi rentetannya dlm setahun ini, stress pasti, tapi saya mencoba bersyukur karena saya masih bisa bertahan :).

image by: google

Sabar itu menurut saya adalah keadaan dimana kita mampu menerima, menghadapi serta mencari solusi atas setiap ujian dan cobaan yang datang ke diri kita. Ikhlas itu mampu menerima dan merelakan segala sesuatu bahkan yang tidak sesuai dengan ego dan keinginan kita. Sedangkan Syukur itu adalah keadaan dimana kita selalu mengucap terima kasih dan selalu berfikir positif atas keadaan yang menimpa kita bahkan hal terburukpun. *menurut saya lho*

Dan...sudahkah hari ini kita belajar bersikap : sabar, ikhlas & bersyukur padaNYA ??.

Rabu, 26 Oktober 2011

Jambu monyet dan Juwet buah yang termarjinalkan

Ehhh judulnya Jambu monyet dan juwet yang termarjinalkan?? kayak tau ajah artinya Marjinal?? hueueue. Marjinal itu menurut kamus bahasa indonesia adalah kaum yang terpinggirkan, sesuatu yang pra-sejarah, kelompok kecil, kelompok yang tidak dianggap. Lha trus hubungannya sama Jambu monyet dan Juwet apaan yaaa??

Gini ceritanya, 2 hari yang lalu saya belanja di pasar tradisional dekat rumah saya, namanya Pasar Pakis, petanya bisa dilihat di WIKIMAPIA ya. Ini saya jarang sekali belanja disitu karena tempate semrawut dan terkesan sumpek karena jualannya meluber di pinggir jalan. Biasanya saya belanja di pasar tradisional lain dekat kampus saya dulu yang juga sama dekatnya dengan rumah saya, namanya Pasar Dukuh Kupang, petanya juga bisa dilihat DISINI.

Saat saya berbelanja di Pasar Pakis ini segalanya ada dibanding Pasar Dukuh Kupang. Dari makanan tradisional sampe makanan beku kemasan. Nah saat saya beli udang (kesukaan suami saya), disebelahnya ada pedagang buah-buah yang menurut saya termarjinalkan. Buah-buah dari masa lalu saya, buah-buahan jadul, buah-buahan 'murahan', buah-buhan tanpa rasa yang exclusive macam buah Berry. Diantaranya ada Juwet, Jambu monyet, Kedondong, Nenas, dll saya lupa namanya.

Saya jadi rindu masa lalu, rindu masa kecil saya dikampung. Padahal di kampung saya, buah ini udah nothing, udah gak ada yang jual lagi. Tapi dulu saat masih SD saya sering beli didepan sekolah saya atau juga lewat di depan rumah saya. Rasanya sebenarnya enggak banget, saya kurang suka, entah kenapa dulu temen SD saya meracuni lidah saya dengan buah aneh ini.

image by me
Jambu monyet menurut saya rasanya gak ada enaknya blas, gak manis, sepet bin nyeret di tenggorokan kalo dimakan, gak tau dengan temen-temen yang suka ya. Tapi buat saya gak akan jadi pilihan buah favorit saya deh hehehehe. Tapi kalo saya di kasih kepala jambunya doyan banget, itu kacang mente atau kacang mede. Kenapa yah buahnya tuh murah tapi kepala buahnya (mente)nya itu jadi mahal banget, padahal berasal dari satu bagian buah, entahlah. Kemarin saya beli 1 buah ukurannya agak besar kayak digambar sebelah itu cuma Rp.1000,-

image by me

Juwet atau duwet atau juga disebut buah jamblang sama orang betawi. Buah lain yang menurut saya sudah termarjinalkan sedemikian lamanya. Nyari di kota mah sulit, di kampung saya aja udah kagak ada, apalagi di Surabaya. Kemungkinan itu pedagangnya punya pohon sendiri dirumahnya, karena saya lihat jualannya cuma sedikit paling 1 kg aja dia bawa. Dulu saat saya SD, temen saya bilang sebelum makan juwet harus di under-under (baca:dipilin-pilin membulat) dulu pake telapak tangan biar rasanya manis. Entah bener apa gak yang pasti buahnya jadi kisut kuyu gitu hehehhe. Buah ini sebenarnya manis tapi saya seringnya dapet yang agak sepet gitu, gak beda jauh dengan Jambu monyet. Temen saya juga bilang ini anggur versi jowo :P, saya kemarin beli 1/4 kg Rp. 3000,- mayan mahal yaa.

image by me

Juwet dan Jambu Monyet , dua buah yang termarjinalkan tersebut tetep asli Indonesia lho (harus tetep bangga!!). Saya memutuskan membeli kedua buah termajinalkan tersebut hanya untuk mengenang masa lalu saya sewaktu masih kanak-kanak, saya rindu dengan teman SD saya dan segala macam permainan yang di ajarkan kepada saya. Tapi untuk buah favorit saya dari dulu suka dengan rambutan, mau 2 kg langsung dihabiskan juga hayukkk. Saya membeli masa lalu saya, bukan menuruti air liur saya heheheh.

Jumat, 09 September 2011

Terima kasih modernitas

Terima kasih modernitas !!. Pada suatu saat yang lalu saya merasa bersyukur dan menulis status di twitter "Terima kasih modernitas, saya gak perlu capek cari kayu bakar untuk memasak dan tidak perlu merusak tangan saya dengan mencuci pakaian".

Mungkin tidak banyak orang bersyukur kepada era modern seperti saat ini, apalagi untuk orang - orang yang lahir di era tahun 2000-an. Tapi untuk saya, transformasi era flinstone ke jaman modern sangat saya rasakan dan cukup menikmatinya.

Jaman saya kecil dulu, ortu saya sudah ditempatkan untuk bekerja di daerah terpencil (sekitar 6 km dari kota). Saya ingat banget saat saya kecil, belum ada listrik dan TV nya pun masih hitam putih, itupun dulu yang punya TV bayar iuran tiap bulan dikasih tanda terima kaya perangko. Dan chanel TV-nya hanya TVRI dan chanel TV paginya TPI sama RCTI kalo gak salah dan juga masuk era TV warna (di kampung saya lho ya). Makanya film jaman bahaeula paling membekas dimemori saya karena emang pilihan acaranya masih dikit, seperti Macgyver, Knight rider, Doraemon,Satria baja hitam,Ular putih,dll.

Dan saya juga merasakan era masak pake kayu bakar, kompor minyak sampai akhire kompor yang ada sekarang. Juga susahnya cari air bersih, musti numpang ke sumur tetangga (untung gratis).Huftttt...jaman dulu koq kayaknya susssaaaaahhhh banget.

Terima kasih modernitas!, saya bisa kapan saja ke dapur buat masak karena tinggal muter tombol. Terima kasih modernitas!, karena saya gak harus capek nyuci baju yang sehari bisa ganti 3 kali. Terima kasih modernitas!, karena saya gak perlu ngocok adonan kue sampai mengembang dengan tangan. Terima kasih modernitas!, telpon sekarang bisa dibawa kemana mana, bisa untuk motret, denger radio, denger musik dan juga internetan. Terima kasih modernitas!, saat saya malas menghangatkan makanan dengan kompor saya tinggal masukin microwave. Terima kasih modernitas!, karena gak perlu cari produser buat ngetop xixix. Terima kasih modernitas!, karena saya gak perlu dijodohin karena bisa cari lewat internet...hahahah LOL.

Sabtu, 02 Juli 2011

Doggy oh doggie

Dog speaking?? emang doggy bisa ngomong?hmmm...berawal dari jalan - jalan saya di mall yang penuh dengan petshop di surabaya, yapz PTC!. Saya belakangan ini rutin jalan kesana khusus pengen lihat doggy or puppy. Dan memperhatikan mereka bermenit menit seperti dog speaking gitu, muka mereka tuh seperti ingin ngomong sesuatu kepada saya *l3b4y*.

Saya juga rutin ngaskus di thread tentang pets , dan juga gabung dengan page SAC (Surabaya Animal Care), yaitu kumpulan komunitas perduli hewan dan mereka misinya membantu hewan yang terlantar dan sengaja ditelantarkan, bahkan hewan sakit dan sekarat. Mulia sekali kan misinya....

image by: Me
Jadinya ketertarikan saya bertambah menggebu-gebu *sekali lagi l3b4y* :P. Sampai merengek ke hubby untuk mengijinkan sekaligus membelikan saya seekor puppy dari trah kecil hehehhee. Sebelumnya saya selalu miara kucing dan saat ini juga masih ada. Dan memang selama sebulan di bulan Juni kemarin saya sama sekali gak oret² di blog ini karena emang waktunya lebih banyak dihabiskan untuk menemani puppy baru saya si Lolly, jadi maaf ya yang belum sempet berkunjung ke blog temen - temen untuk blogwalking.

Dan ini ada beberapa kalimat quote yang cukup menggetarkan hati saya *tanpa vibrator loh ya* untuk memahami seekor doggy.

..... this is the dog speaking to it's owner .....


1. Please enjoy your life with me.
2. Place your trust in me. It's crucial to my well-being.
3. Please never forget I have my own feelings.
4. When I don't want to do what you want, I have a reason.
5. Talk to me a lot. Even if I don't understand your words, I understand you.
6. Remember before you hit me that I have teeth that could easily crush the bones of you but that I choose not to bite you.
7. Take care of me when I get old.
8. My life is likely to last about ten years, please try to find time staying with me as much as you can.
9. You have your school and your friends. I have only you.
10. When I'm passing away, please be with me. And, remember that I love you


.....Your dog loves you since he has only you.....

quote source: kaskus

Jumat, 20 Mei 2011

Finger tutting

Apakah itu finger tutting? makanankah? jenis penyakit kah? ato juga judul film baru kah?. Hmm...finger tutting adalah jenis tari yang menggunakan jari saja sehingga membentuk rangkaian tarian yang indah dan dapat dinikmati hampir mirip robot²an *menurut saya*. Sejarah finger tutting sendiri saya kurang paham. Menurut wikipedia finger tutting adalah : a contemporary abstract interpretive street dance style modeled after Egyptian hieroglyphics. Tutting is performed with attention to the musics' rhythm by altering the position of the body and limbs in a synchronized, robotic manner.

Kenapa saya mengurusi dan menulis tentang finger tutting? apakah seorang dancer? atau pelatih dancer? . Jawabannya adalah TIDAK ! hehehe. Saya bukan keduanya, awalnya saya lihat salah seorang pelanggan setia warnet saya yang berlaku agak tidak biasa. Kebetulan dia memakai komputer yang berada tepat di depan saya. Saya lihat bocah tersebut sibuk sendiri dan sedang menekuk jari - jarinya tidak jelas yang menurut saya aneh karena saya belum pernah melihat yang beginian sebelumnya secara real maupun di TV.

Rasa penasaran saya terjawab, saya iseng lihat 'tab window' anak tersebut dari billing warnet saya :). Ternyata dia sedang membuka youtube dengan kata kunci finger tutting. Saya buka dan ikutan nonton sambil sesekali melirik bocah tersebut dikursinya. Ternyata dance model beginian yang sedang trend toh di kalangan anak SMU wal ABG bin anak muda sekarang. Aneh ! Tarian biasanya menggerakkan seluruh anggota badan tapi yang saya lihat malah hanya menggerakkan jari doang hmmm.

Yang belum tahu atau sudah tahu tapi tidak begitu mengamati tentang finger tutting, bisa dilihat di film Step Up 3D atau kalau di Indonesia lihat difilm Dawai 2 Asmara atau video klipnya Ridho Rhoma 'Lets have fun together' atau silakan lihat beberapa video finger tutting di youtube jika anda ingin mempelajarinya :)




video by: youtube

 
'/>