Tentang pro-steril hewan dan membuat gurita hewan dari kaos bekas

Beberapa waktu yang lalu, saya yang memang pro-steril hewan mengadakan acara dengan teman-teman untuk baksos steril. Baksos ini diadakan untuk menjembatani para pemilik hewan yang pro-steril untuk mendapatkan harga steril dibawah pasaran umum, yang memang terkenal sangat mahal. Tapi dibaksos ini harganya sangatlah murah, bisa setengah dari harga umum. Kadang para pemilik hewan tidak pro-steril dikarenakan harganya yang mahal dan juga di mindset mereka steril itu menyakitkan dan menghilangkan hak asasi hewan untuk mempunyai keturunan.

image by me


Baksos yang saya adakan dengan teman-teman merupakan acara perdana di Surabaya, yang insyaAllah jika berhasil melobi beberapa dokter untuk bekerja sama, acara ini kami buat rutinan. Acara baksos kami kemarin itu kerjasama dengan dokter dari Jakarta yang memang disana sudah lebih dahulu disosialisasikan dan rutin diadakan setiap bulannya. Surabaya kapan??? doakan saja ya agar saya dan 2 teman saya bisa mewujudkannya di Surabaya ini yang populasi stray animalnya makin meningkat saja. Jadi kita yang lebih bertanggungjawab untuk mengontrol populasinya lewat pro-steril. :)

Oke, sekarang tentang tutorial membuat gurita badan untuk kucing atau anjing yang selesai melakukan operasi steril terutama untuk yang betina. Gurita ini biasanya dipakai untuk melindungi luka pasca operasi steril agar terhindar dari jilatan maupun gigitan hewan itu sendiri. Jadi luka lebih cepat kering, nah setahu saya tidak ada petshop yang menjual gurita ini. Sebenarnya sama kayak gurita untuk manusia cuma bedanya gurita untuk hewan ini ada lubang untuk 4 kaki biar tidak bergeser.

Saya membuat gurita ini dari backless bekas saya untuk si Pikaco, kucing liar yang cantik dan manja ituh lho. bersyukurnya saya, karena Pikaco ini tipe kucing anteng, jadi dia sama sekali tidak pernah berusaha membuka guritanya. Jadi lukanya kering lebih cepat :).
image by me
Ket:
1. Bahan kaos bekas :)
2. Gunting bagian tengah disatu sisi kaos, lalu suwir-suwir dikedua sisinya
3. Jangan lupa buat lubang sesuai ukuran kaki hewan
4. Setelah selesai, pasang ke hewan kita dengan posisi ikatan dibagian punggung agar tidak mudah ditarik oleh hewan yang bersangkutan, lucu kan
5. Tampak depan *salam jempol kaki* hehehhe

Selamat mencoba yaaaaa.... :)

Pikaco, Kucing liar yang cantik

Sepeninggal dua makhluk unyu si Milo dan Lolly dari rumah saya, rumah serasa sepi dan tidak ada keramaian ngeongan dan gonggongan lagi. Huh!! hidup saya sedikit hampa! T_T. Tapi entah dari mana munculnya, tiba-tiba ada saja kucing yang maen ke rumah dan bermanja dengan saya. Sebelumnya tidak pernah ada kucing main  ke rumah saya lho.

Tiap hari mereka maen ke rumah meski sebentar, bergantian beberapa ekor, kalau tidak salah ada sekitar 4 ekor, salah satunya betina. Dan diantara mereka ada 2 yang sangat manja, dan diantaranya juga ada salah satu yang setia, dan akhirnya sering menginap dirumah saya. Dan mau tidak mau saya memberinya makanan sisa. Berhari-hari akhirnya suami saya menyuruh 'membudgetkan' untuk membeli makanan kucing. Berhari-hari kemudian saya mensterilkan sang betina tadi, karena saya takut dengan 3 kucing pejantan lain yang sering main ke rumah saya. Sekali lagi ini karena alasan saya sangat pro steril dengan hewan. Saya tidak mau hidup mereka tersia-sia dan akhirnya terlempar dijalan karena tidak ada yang menginginkan karena jumlahnya yang terlalu banyak.

Disaat itu saya belum benar-benar 'jatuh cinta' dengan kucing betina ini. Saya pun seakan masih menahan diri karena masih berduka karena kematian kucing saya si Milo dan kehilangan Lolly. Saya seakan tidak mau lagi sakit hati jika punya pets lagi. Karena kehilangan hewan piaraan kita ituh sedihnya kayak putus cinta....emang pernah??? sering!!!! #herandeh

Akhirnya resmilah kucing betina  ini menjadi penghuni rumah saya dengan seijin suami, saya tidak pernah memintanya, karena suami pernah ngomong, aku tidak boleh punya piaraan lagi, Okeee!!. Tapi akhirnya dia secara tidak langsung memberi ruang tersendiri untuk kucing betina ini di dalam rumah, dan selalu mengingatkan kalau makanannya sudah mulai menipis. Dasar priaaaa.....jaimnya gak ketulungan yaaaa.

Dan....finally...kucing betina ini saya namakan PIKACO asal kata dari putih,kuning,coklat, sesuai dengan warna bulunya hehehhe. Coba liat fotonya cakep dehhhhh :D



Tentang Milo dan Lolly

Beberapa waktu yang lalu sebelum saya berangkat melaksanakan ibadah umroh, saya dihadapkan dengan masalah berat. Saya diharuskan keluarga suami untuk  'menyingkirkan' 2 makhluk penyemangat hidup saya, kucing dan anjing saya. Berat, pasti!! Kehilangan, sudah jelas!!. Ini karena mereka tidak paham tentang anjing dalam islam.  Akhirnya saya meminta teman saya yang saya kenal mempunyai keluarga yang doglover untuk mengadopt anjing saya Lolly. Dan saya tetap mempertahankan kucing saya Milo.

Sebelumnya saya sudah mensterilkan (KB tetap) untuk anjing dan kucing saya. Saya tidak mau memberi masalah baru untuk keluarga teman saya, dan saya juga memang prosteril untuk hewan. Steril hewan bertujuan untuk menekan populasi yang tidak diharapkan dan meningkatkan daya kesejahteraan hidup hewan tersebut sendiri.

Dua hari sebelum saya berangkat umroh saya sudah mengirimkan anjing saya keluar kota, dimana rumah teman saya itu tinggal dengan banyak pesan terhadap jasa penggantarnya, karena bagaimanapun saya menyayangi anjing saya seperti anak sendiri, Saya ingin yang terbaik buatnya, dan bye bye Lolly. Saya masih pengen menjenguknya dalam waktu dekat ini.

Cerita kucing saya Milo lebih tragis. Setelah saya tinggalkan selama 16 hari untuk umroh, saya tidak menemukan Milo dirumah. Kata orang yang saya sewa jasanya untuk merawat Milo, Milo udah meninggal 3 hari sebelum saya pulang umroh. Nangis!! Sesenggukan! Nyesel!

image by me
Orang yang saya sewa jasanya tersebut bukan orang baru, dan salah satunya juga sayang sama kucing, jadi saya tidak berprasangka jelek padanya, karena awalnya juga dia ingin merawat Milo dirumahnya karena baik karakter kucing ini memang. Kemungkinan Milo makan sampah yang ada racunnya, intinya keracunan kalau orang sewaan saya tersebut bercerita. Salahnya saya tidak meninggalkan no tlp dokter hewan padanya, karena saya tidak berfikiran kucing saya bakalan sakit atau terjadi hal yang lain. Maafkan saya Milo T_T.

Sekarang saya malah kehilangan keduanya dirumah saya, padahal saya awalnya ingin mempertahankan salah satunya hiksss hiksss hiksss. Yang penasaran dengan lucu dan tidak biasanya kucing dan anjing saya bisa dilihat di Facebooknya DISINI. Hiksss hiksss hiksss


Akhirnya ada wifi di rumahku

Berawal dari baliknya saya ke pelanggan Speedy, rasanya sayang kalau tidak di maksimalkan pemakaiannya. Dirumah hanya tersisa satu set komputer setelah warnet saya tutup 1,5 tahun yang lalu. Setelah warnet saya tutup itulah saya memutus kontrak dengan Speedy, dan beralih ke modem USB Smartfren, yang layanannya lumayan gak jelek-jelek amat tapi yah gitu deh gak sestabil fixedline.

Setahun memakai USB Modem, saya dan suami memilih balik lagi ke Speedy karena cuma dia satu-satunya layanan internet fixedline paling murah dan memuaskan *menurut saya sih*. Akhirnya saya pasang yang paket unlimited Load 512 Mbps, buat pemakaian 1 komputer rasanya mubazir. Akhirnya saya minta suami menggantinya dengan modem wifi. Maklum nomor telpon saya masih dianggap pelanggan lama yang kembali lagi jadi saya tidak mendapatkan free wifi modem dari Telkom. Free wifi modem hanya untuk nomer pelanggan baru, saya cuma dapat harga promo selama 6 bulan apa setahun gitu deh, lupa :D seharga Rp. 195.000 - harga normal Rp. 295.000,- .

Akhirnya ke Hitech lagi deh buat beli modem router wifi, karena suami sudah suka dengan merk DLink, jadinya kami memutuskan membeli merk ini meski sudah jarang ditemui, yang banyak dipasaran merk Prolink yang harganyapun jauh lebih murah. Modem router Dlink 2 antena ini kami beli dengan harga Rp. 520.000,-. Dan akhirnya terpasang deh dirumah dengan disetting suami sendiri. Sekarang smartphonepun terpakai saat dirumah karena udah ada wifinya. SmartTv saya juga bisa terhubung internet....pokoknya asik deh. Rumah smart berudara wifi ini, mau dimanapun kapanpun selama didalam rumah bisa internetnya sepuassssnyaaaa.

image by me

External hardisk My Passport 1TB

Yaaayyyy!! Akhirnya punya external hardisk juga. Apa pengaruhnya cobak?? Hehehehhee. Saya kebetulan punya koleksi film banyak, dan gak rela kalo pada baret karena keseringan di putar di dvd player. Karena alasan itu deh saya beli external hardisk 1 Terrabyte, wowwww!! bisa berapa puluh film tuh...Aseeeekkkkkkkk.

Tanggal 8 Mei yang lalu pas saya jalan-jalan sama suami ke Hitech Surabaya, ngeliat ext hdd paling kece dan warna warni, trus dari penjelasan mbak yang  jualan juga katanya cuma merk ini yang bisa di kasih password. Sebelum beli sih saya keliling dulu di Hitech buat perbandingan harga. Ada salah satu toko yang rameeee banget, dan setelah liat ternyata harga disitu paling murah tapi antrinya saya gak tahan.

Akhirnya ke salah satu toko buat beli ups dan memory PC nya hubby. Iseng-iseng nanya ext hdd merk My Passport. Mahal ternyata disini, akhirnya masih tetep iseng saya bilang (sebenernya gak etis dan saya agak gak tega sih), di toko sana tadi cuma sekian mbak harganya, sampean kok mahal banget. Eh si mbak langsung bilang, ya udah disamain juga gak papa mbak. Akhirnya aku beli deh, external hardisk merk My Passport 1 TB seharga Rp. 785.000,- dan pilih warna merah plus minta bonusan. Ehhhh...dikasih casenya juga heheehhe. Makasih makasih mbak toko Istana Komputer. Akhirnya filmku udah terback up deh.

image by me

 
'/>