Belajar bersikap: sabar, ikhlas & bersyukur

Belajar bersikap: sabar,ikhlas & bersyukur itu tidak mudah! sulit, susah, tidak rela, keberatan tapi buahnya sangat manis *katanya*. Sudah lama sekali saya tidak menulis daily activity saya di blog ini. Hal itu sangat menyiksa karena saya tidak punya 'wadah' untuk mengungkapkan segala perasaan saya yang berujung kegalauan tidak pasti.

Selama saya tidak 'mejamah' blog ini, saat itu saya sedang diuji kesabaran dan keikhlasan saya menuju pribadi yang lebih dewasa *semoga*. Banyak sekali cerita yang ingin saya tumpahkan di blog ini, karena hanya itu penyaluran terbaik atas emosi saya saat ini. Tapi tidak saat itu juga saya tuliskan diblog ini, dikarenakan saya memang sudah tidak ada koneksi internet lagi dirumah *hiks*

Setelah warnet saya tutup pertengahan Januari yang lalu, otomatis tidak ada penghasilan. Selain itu saya juga harus menjual seluruh aset warnet untuk bertahan hidup hingga mendapat pekerjaan baru, disini saya belajar extra sabar.

Saat seluruh aset terjual, dan memang dana yang terkumpul tidak masuk ke tabungan melainkan untuk membayar tagihan-tagihan bulanan +/- 3jt/bln. Dan saat semuanya habis, sementara saya belum juga mempunyai pekerjaan baru....hmmmm saya hanya berdoa semoga selalu ada rejeki masuk tanpa saya harus berhutang. Dan Alhamdulillah selalu saja ada rejeki itu, tapi tetap saya belum mendapat pekerjaan baru juga *doh*. Sabar...sabar...sabar...

Belum lagi saat harus kehilangan kamera kesayangan saya yang saya peroleh dengan mengumpulkan duit per sen berbulan-bulan dengan pekerjaan yang tidak mudah. Sabarrrr....Juga segala kesibukan di dunia baru saya dengan SACC juga cukup menguras emosi dan kesabaran saya untuk memanage komunitas ini, tapi juga memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan.

Fyi, saya dan suami dari awal pernikahan memang hanya mempunyai usaha warnet. Dan jadi satu-satunya sumber penghasilan saya selama ini. Suami saya juga tipe orang yang tidak bisa bekerja dengan orang lain. Yah, saya selalu berusaha iklhas, meski tidak seperti idealnya rumah tangga lain, tapi saya bahagia. Karena suami saya cukup menerima diri saya dan saya pun tidak pernah merasa keberatan jika jauh dari ideal. Hingga saya merasa ujian ini bertubi-tubi rentetannya dlm setahun ini, stress pasti, tapi saya mencoba bersyukur karena saya masih bisa bertahan :).

image by: google

Sabar itu menurut saya adalah keadaan dimana kita mampu menerima, menghadapi serta mencari solusi atas setiap ujian dan cobaan yang datang ke diri kita. Ikhlas itu mampu menerima dan merelakan segala sesuatu bahkan yang tidak sesuai dengan ego dan keinginan kita. Sedangkan Syukur itu adalah keadaan dimana kita selalu mengucap terima kasih dan selalu berfikir positif atas keadaan yang menimpa kita bahkan hal terburukpun. *menurut saya lho*

Dan...sudahkah hari ini kita belajar bersikap : sabar, ikhlas & bersyukur padaNYA ??.

 
'/>