That's what friends are for

image by: Google

That's what friends are for....bukan sekadar lirik lagu, tapi juga ada maknanya dalam kehidupan saya. Entah yang nyiptain judulnya itu bener- bener pengalaman sendiri mungkin ya, kok memorable dan everlasting banget hingga saat ini.

Saat saya menuliskan status di social media saya "teman²ku baek² sekali....jadi terharuuuuuu", saat itu saya merasa so blessed by God! Saya bersyukur sekali punya teman-teman yang sangat perhatian, bukan sekadar mendengarkan curhat saya tapi juga sesuatu yang kadang tidak saya harapkan lebih dari teman-teman saya.

Kejadian beberapa tahun yang lalu, saya yang banyak di kecewakan teman-teman saya, sahabat yang menusuk dari belakang, teman yang menipu keuangan saya, sahabat yang mencoba mengoyak rumah tangga saya, saya agak tidak percaya dengan pertemanan. That's what friends are for...?? Tuhan seperti sedang menguji saya habis-habisan dan bertubi-tubi. Mungkin saat itu Tuhan juga mengajarkan pada saya, kesabaran itu buahnya manis. Dan sekarang saya seperti sedang panen buah tersebut. Kebaikan teman-teman saya membuat saya mampu melupakan sakit di masa lalu.

Dalam hubungan apapun, saya sebenarnya sangat totalitas karena saya pribadi tidak suka kehilangan teman meski hanya secara online. Teman buat saya orang yang menginspirasi saya dengan cerita-cerita kehidupannya. Tapi jeleknya saya saat kehilangan satu teman, maka saya selalu bersikap memblokade diri saya untuk semua teman,karena kecewanya itu lhooo lebih dari bikin broken heart :( dan saya cenderung menyamaratakan perlakuan ke teman, saya seakan 'memblocklist' nya dalam hati dan kehidupan saya.

Saya juga masih punya satu sahabat sejak kuliah yang hingga saat ini sangat-sangat loyal. Meski kadang saya kurang mengerti dia, tapi dia sangat-sangat sabar dengan curhat saya, dan tidak pernah ninggalin sekalipun. Dan suami, keluarga saya, keluarga suami saya, keluarganya dia juga sama-sama kenal. Jadi tidak pernah ada hambatan buat saya jika harus pergi berdua dengan sahabat saya ini, bahkan jika harus menginap dirumah masing-masing, yang kebetulan juga sama-sama cewek :P. Saat saya berbuat salah, saat saya keluar dari jalanNya, saat saya sedang di bawah seperti saat ini, dia selalu mensupport saya tanpa harus saya curhat dulu. That's what friends are for!. Tidak terbayangkan kalo saya suatu saat kehilangan dia dengan alasan sebaik apapun.

Saya juga saat ini punya teman-teman yang sangat baru saya kenal (kurang dari setahun), tapi mereka buaekkkk buangetttttt. Kadang mereka seperti malaikat disaat saya sedang down. Saat saya laper tiba-tiba ada yang ngajak makan & mengirim makanan, saat saya sakit ada yang tiba-tiba menawarkan pertolongan dan obat, saat saya sedang galau ada yang dengerin curhat saya gak lupa juga kasih solusinya meski lagi sibuk dengan pekerjaannya. That's what friends are for! Saat saya sedang bete ada yang tiba-tiba ngajak liburan saya....semua tanpa merepotkan saya, saat saya butuh tumpangan ada yang tiba-tiba ngasih tebengan. Baik sekali bukan teman-teman saya....??? Tapi untuk hal ini sayangnya suami saya tidak kenal baik dan juga tidak banyak menunjukkan dukungan dalam pertemanan saya ini dan tidak mendapat banyak restu dan ijin darinya, kadang boleh kadang keberatan. Beda dengan sahabat yang saya ceritakan diatas tadi.

Saya sangat menghargai semua hubungan yang membuat saya nyaman. Dan saya akan melakukan apapun jika hal tersebut baik untuk saya, kadang kurang perduli kalo hubungan ini hanya sementara atau saya tidak tahu sedang dimanfaatkan di belakang hari. Saya sungguh tidak perduli, yang penting saat teman memberikan sesuatu yang positif saat ini, I'll do everything for them. Coz, That's what friends are for!





That's What Friends Are For
By: Dionne Warwick





And I never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned

I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
To feel the way we do today and then if you can remember

Keep smilin' keep shinin'
Knowing you can always count on me for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for

Well you came and opened me
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you
And then for the times when we're apart
Well then close your eyes and know
These words are coming from my heart
And then if you can remember

Keep smilin' keep shinin'
Knowing you can always count on me for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for



Sumber: video (youtube.com), lirik (kapanlagi.com)

Mengenal rambu lalu lintas yang krusial

Mengenal rambu lalu lintas sangat penting dilakukan oleh para pengendara kendaraan. Saya lihat banyak tuh pengendara yang tidak mengindahkan rambu dan cuek dengan alasan keburu-buru. Padahal rambu lalu lintas kan dibuat demi keselamatan para pengendara. Gak ada ruginya kan????

Mengenal rambu lalu lintas juga keharusan dan wajib di ketahui oleh para pemohon SIM *kecuali bikin SIM nya nitip calo* hehehehhhe. Saya sih tidak hapal semua rambu, tapi rambu yang krusial-krusial saya coba ingat, karena sebagai penumpang saya juga punya kewajiban mengingatkan kalo pengendara sudah tidak peduli dengan rambu lalu lintas. Karena saya berhak atas keselamatan saya sendiri meski cuma sebagai penumpang, jangan sungkan buat menegur pengendara kalo jiwa kita mulai dibahayakan. Makanya saya suka dibilang cerewet kalo lagi diboncengin terutama sama suami saya sendiri huahahahhha....sorry honeyyyyy! *hugs*

Buat yang belum tahu dengan semua rambu lalu lintas, ini saya share rambu lalu lintas yang saya dapat dari hasil googling kemarin, thanks to senyumkurakura.wordpress.com!







So.....selamat belajar mengenal rambu lalu lintas demi keselamatan jiwa kita di jalan. Jangan lupa hati - hati dijalan yaaaa.....

Menggilai "The Boys" SNSD

SNSD (So Nyeo Shi Dae) atau juga sering disebut Girls' Generation adalah girl band asal korea yang beranggotakan: Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, Yoona, dan Seohyun. Dan selain menyanyi, menari/dance, mereka juga sebagian bermain drama korea, model dll. SNSD / Girls' Generation dibentuk pada 16 Juli 2007, yang awalnya bernama Super Girl (alih alih sebagai Super Junior versi girl band). Dan lagu-lagunya ada 3 versi, korea, jepang dan english.

Ahh cukup ah cerita tentang background SNSD/Girls Generation-nya, lha wong saya mau cerita tentang Video klip dari lagu The Boys - nya SNSD kok. Sapa saja yang pertama kali lihat video ini pasti terkesan dengan kesan glamournya video klipnya. Mulai dari setting studio pembuatannya, kostum dari para anggota SNSD juga tariannya yang penuh power, kalo gak percaya intip deh video "The Boys" dari SNSD dibawah ini.



♬ Download on iTunes :
http://itunes.apple.com/us/album/the-boys-single/id473110477

For more Information : http://girlsgeneration.smtown.com

Facebook Girls' Generation :
http://www.facebook.com/girlsgeneration

Girls' Generation Official YouTube Channel :
http://www.youtube.com/girlsgeneration


Saya paling suka karena ada bunga mawar bertebaran dimana, dan ituh juga ada burung merpatinya. Ohhhh soo beautiful!! Belum lagi tatanan rambut para anggota SNSD yang cantik banget, dan juga ekspresi wajah nya juga di zoom, saya sukaaa bangetttt *sudah gila*. Saya sih bukan korean lover apalagi penggila boyband/girlband. Tapi sedikit-sedikit saya suka, apalagi drama korea yang You are my destiny, Naughty kiss, Marry out of night dan pasta, membekas banget yaaaa!.


Oh ya buat yang suka, nih saya sertakan lirik lagu The Boys SNSD / Girls' Generation, saya sih gak bisa bacanya hahahha *belibet*.

The Boys - SNSD (korean version)


geobi naseo shijak jocha anhae bwat damyeon
geudaen tudeol daeji mara jom! (GG)
jujeo hamyeon gihwe neun modu neoreul bikyeo ga
gaseum pyeogo nawa bwara jom! (T.R.X)

B-Bring the boys out (Yeah, You know)
B-Bring the boys out (We bring the boys out! We bring the boys out!)
B-Bring the boys out (Yeah)

sunrie majchwo saneun geot neon gildeul yeojyeo beoryeot ni?
gwaenchanhni? (Get up)
amdam han sesangi geudael junuk deulge mandeuni?
(That’s funny) gwaenchanhni?

geunyang bolsu ga eobseo nan, budi jhigo kkaejyeo do
myeot beon igo il eona
nalka robge meotjige, ireul nae goya maldeon
ne yaseongeul boyeojwo, My boy

B-Bring the boys out

Girls’ Generation make you feel the heat!
jeon segye ga neoreul jumok hae
(B-Bring the boys out)
wipung do dangdang haji bbyeot sok buteo neon, wonrae meot jyesseo
You know the girls?
(B-Bring the boys out)

heundeulliji malgo geudaen jaril jikyeo
wonrae jeonjaeng gateun salmeul saneun ingan ingeol
neoneun wae? (Yes fly high!) beolsseo wae? (You fly high!)
pogi hae, Oh neon meoreot janha

neoye jib nyeomeul boyeojwo, jigureul jom heundeureo jwo
modu ga neol bolsu itge
yeoksa neun saerobge, sseuyeo jige dwel geol?
ju ingong eun baro neo! baro neo!

B-Bring the boys out

Girls’ Generation make you feel the heat!
jeon segye ga neoreul jumok hae
(Bring the boys out)
wipung do dangdang haji bbyeot sok buteo neon, wonrae meot jyesseo
You know the girls?
(Bring the boys out)

Girls bring the boys out!

I wanna dance right now!
naega ikkeureo julge come out.
sesang namja deuri yeo nan, No.1 ji hereul juneun Athena.
Check this out!
jeulgyeo bwara, dojeon ye seolleim
imi modu gajin sesang ye namja
geudaero jjuk ganeun geoya keep up!
Girls’ Generation, We don’t stop!

(B-Bring the boys out)

makhyeo beoryeot deon mirae ga, an boyeot deon mirae ga
ne nun ape pyeol chyeojyeo
jeomjeom deo wanbyeok han, ne moseube machi
nan bballyeo deul geot gata, My heart

geobi naseo shijak jocha anhae bwat damyeon
geudaen tudeol daeji mara jom! (B-Bring the boys out) (Just bring the boys out)
jujeo hamyeon gihwe neun modu neoreul bikyeo ga
gaseum pyeogo nawa bwara jom! (B-Bring the boys out)
(jujeo hamyeon gihwe neun modu neoreul bikyeo ga
gaseum pyeogo nawa bwara jom!)

‘Cause the girls bring the boys out
Girls bring the boys out
Girls bring the boys out
Girls bring the boys out

Girls’ generation make’em feel the heat!
jeon segye ga uril jumok hae
(B-Bring the boys out)
sesangeul ikkeul namja meotjin yeoja deul, yeogi moyeora
You know the girls?
(B-Bring the boys out)

Sumber: Youtube, Google & Wikipedia

Big Mirror, Bercerminlah!

Big mirror!! Cermin besar !! Mungkin wanita sudah dari sana nya yah suka banget dengan namanya cermin. Mau di rumah, di kamar mandi, di ruang tamu, tempat olahraga, di tas, di dompet, bedak dan kosmetik....semua ada cermin. Mulai ukuran mini, sedang bahkan besarrrr.

image by me

Seperti saya juga, saya suka cermin juga. Tapi saya suka cermin yang panjang (tinggi), karena saya suka melihat diri saya dari rambut sampai kaki hehehheh #narsis banget yak. Dikamar saya ada 4 cermin besar termasuk di kamar mandi hahahahaha......dimana mana ada cermin. Ukurannya 160 cm x 60 cm, tapi sayangnya saya kurang suka membawa-bawa cermin dalam tas tangan saya. Kosmetik saja jarang bawa, biasanya para cewek kan sebentar sebentar suka touch up make up gitu yak, kalo saya kurang suka :D.

Cermin besar (big mirror) pun seringkali saya buat untuk mengenali diri saya sendiri. Kata anak gaul "Ngaca donk!", yang kadang di ucapkan dengan nada tinggi, berkesan merendahkan/menghina tapi siapa yang sadar bahwa itu masukan lho buat kita. Kita disuruh bercermin, karena cermin tidak hanya merefleksikan badan kita tapi juga kadang kita mampu melihat jauh diri kita lewat bercermin *menurut saya* sih. Hayyooo sapa yang tidak suka cermin?? Sapa yang suka big mirror kayak saya???

Tips : Ngebor tembok itu mudah

Ngebor tembok itu mudah!. Beberapa hari yang lalu saya nyoba belajar ngebor tembok. Eh lebih tepatnya terpaksa belajar ngebor ding. Jadi ceritanya saya pengen pasang gantungan baju stainless di kamar mandi. Nah tembok kamar mandi saya kan full keramik sampai atas, mau tidak mau harus ngebor tembok. Karena dipaku pun tidak bisa.

Saya minta tolong suamipun cuma dijanjikan tar sok tar sok (baca: bentar, besok). Sampai hari ke-3 pun tidak juga dipasang gantungan bajunya stress pengen bunuh diri #lebay. Padahal memang suami saya lagi sibuk anter sepupu daftar kuliah di sana sini hingga berhari-hari. Akhirnya saat suami saya tidak ada dirumah, saya beranikan diri memegang alat bor. Dari pada nunggu suami saya kelamaan. Kesan pertama: Kok berat?? Kok serem amat ada jarum diujungnya?? Kok pake listrik?? haduhhh. Segala macam perasaan lebay muncul, karena pada dasarnya saya takut banget dengan hal yang berhubungan dengan listrik.

Tips juga nih buat temen-temen yang pengen belajar ngebor tembok sendiri seperti saya.*sok bikin tips*.

1. Pertama kenali alat bor nya dulu, bisa di perhatikan, dipegang-pegang, pokoknya bikin chemistry dulu sama alat bornya biar kita merasa bisa mengendalilkan alat tersebut.

2. Coba mencet tombol power tanpa aliran listrik biar gak kaget sama suaranya. Bayangkan saja sedang main tembak-tembak an, karena alat bor tidak berbeda bentuk dengan pistol mainan hehehhehe.

3. Mencoba ngebor pada kayu, karena menurut saya kayu jauh lebih lunak dibanding tembok / dinding.

4. Mulailah mengembor tembok / dinding beneran. Caranya buat titik dengan pensil pada bagian dinding yang ingin di bor.

5. Setelah itu tandai dengan membuat titik (sedikit lubang) dengan paku, karena menurut saya mata bor akan terus menggelinding jika dia tidak menemukan titik pusat bertumpu (khusus newbie yah), kalo sudah ahli hal ini mungkin tidak seberapa perlu.
image by me


6. Mengeborlah dengan rileks, arah tangan lurus dan agak sedikit menekan mesin bor. Karena saat saya hanya sebatas menempelkan mata bor pada dinding, yang saya dapat lubang tidak bertambah dalam hanya segitu-gitunya.

7. Ukuran dalamnya lubang biasanya berdasarkan ukuran fishernya (fisher itu biasanya terbuat dari bahan plastik dan gunanya untuk 'memegang' sekrup yang menempel ke dinding) *sok tau banget saya* xixixixixi.

8. Kalau saya kemarin pas ngebor sih hampir setengah dari mata bor saya masuk ketembok. Setelah selesai ngebor dinding masukan fisher lalu tempel gantungan baju lalu sekrup dan kencangkan dengan obeng yang sesuai.

Dan inilah hasil ngebor saya hehehhe. Rapih bukan????
image by me



Tips ngebor tembok diatas berguna gak yah kira-kira ??? Oh ya jangan lupa mata bor, fisher dan sekrup harap disesuaikan ya ukurannya. Kalau tidak, nanti biasa kekecilan atau juga kebesaran lubangnya.

Setelah baca tips ngebor tembok ala saya, ngebor itu tidak susah lagi bukan??? *ke-PD-an*. Padahal kemarin saya sampai berkeringat waktu ngebor, antara takut listrik dan juga takut ambrol dindingnya hahahhahaha.

Privacy = Harga mati

image by: google

Pernah mendengar privacy = harga mati ??. Kalau belum, itu menurut pendapat saya sendiri heheheheh. Sudah sekitar 2 bulan ini rumah kami disewa oleh suatu bridal designer untuk dijadikan butik di lantai 1 serta workshopnya yang terletak dilantai 2. Penyewa memang masih kolega ibu mertua yang sering jadi langganan untuk kebutuhan menjahit baju. Dan kami (saya dan suami) pun masih tetap boleh tinggal disini, karena memang tidak seluruh rumah disewa. Hanya ruangan bekas warnet saya dulu dan lantai atas, sisa lantai bawah hingga dapur masih menjadi teritorial kami.

Memang pembagiannya serba gak jelas, segak jelas uang sewanya , ruangan-ruangan dirumah kami hampir terisi oleh barang-barang penyewa hingga tersisa kamar tidur dan dapur kami. Tapi memang kami tidak alot, kamipun tidak keberatan, tapi tidak dengan area dapur. Ituh area teritorial saya, saya paling tidak suka ada orang menyentuh juga menggunakan dapur saya tanpa ijin,ijinpun saya masih keberatan heheheh apalagi sampai memakai peralatan 'perang' saya termasuk suami saya sendiri.

Entahlah ya, rumah saya serasa sudah dijajah area-areanya, tidak punya ruang privacy lagi. Padahal rumah kami cukup luas dan punya banyak pintu yang tidak tersambung dengan ruang-ruang dalam secara langsung. Kinipun untuk bersantai dirumah selalu ada keliweran orang masuk lewat, privacy kami sangat-sangat terganggu. Buat saya privacy = harga mati saat hal tersebut tidak dihormati. Saya jadi respectless dengan semuanya yang tidak menghargai privacy. Apalagi rumah adalah tempat paling nyaman saya yang ternyaman tentu saja kamar saya :).

Ahhh jadi pengen marah sendiri, saat menulis ini saya sambil pasang muka asem bin nesu-nesu sendiri karena kesal tapi tidak bisa melampiaskan. Aduh...sabar...sabar...sabar, wajib terus bersyukur saja.

 
'/>