Pengalaman naik kereta ke Bali

image by : wikipedia.org
Liburan akhir taon 2013 yang lalu saya dan suami pergi ke Bali, dan kami menggunakan transportasi kereta api menuju ke Bali. Lhooo kok bisa sih naek kereta api ke Bali kan nyebrang laut?? hihihihi. Begini ceritanya, jadi kami memilih kereta api karena pada saat liburan akhir taon begini tiket pesawat kan lagi naik-naiknya, sementara kalau naik travel gak kerasan karena mesti mampir kesana kesini dulu, akhirnya pilih naek kereta api.

Jadi kita beli tiket kereta api tuh jurusan langsung Denpasar, tapi naik keretanya cuma sampai Banyuwangi ajah. Trus dari stasiun Banyuwangi kita dioper naik bus Damri ke penyebrangan sampai ke poolnya bus Damri di Denpasar tapi tidak bayar lagi, sudah termasuk dari tiket kereta tadi. Nah setelah dari pool bus damri menuju tujuan masing-masing yah silakan dipikirkan sendiri hihihihi.

Dan menurut saya naek kereta api ke Bali itu sangat tidak RECOMMENDED. Setelah memasuki kota Jember, kereta yang katanya kelas eksekutifpun jalannya kayak keong dan berhenti disetiap stasiun, udah gitu fasilitas yang katanya kelas eksekutifpun gak seperti saat saya naik argo wilis ke Bandung ataupun ke Jogja. Apa karena jarang peminatnya yah, jadi fasilitasnya pas2an....udah gitu air ditoiletnya kecil dan mati saat saya kedua kali ke toilet #doh.

Tapi yang saya masih gak bisa mengkompromikan adalah keretanya berenti di stasiun kecil yang hanya per 5- 15 menit perjalanan. Sungguh mengesalkan pengalaman naik kereta ke Bali kemarin. Akhirnya pas balik dari Bali ke Surabaya, saya sepakat sama suami untuk menggunakan transportasi pesawat udara saja. Menghemat waktu dan tenaga juga emosi hehehhehehe. Meski harganya lagi naik-naiknya...yang penting nyampek rumah dan enggak kecapekan ajah abis liburan.

Tapi untuk yang mempunyai budget terbatas untuk naik pesawat sih lebih enak naik jasa travel, kereta jadikan opsi kedua sajah hehehehhe.

5 komentar:

  1. Aku durung tau njajal travel sih. Kepingin sak jane. Nek sepur koyoke mending numpak bis de ke bali. Soko suroboyo jaman 2009 biyen 110-170 ewu tikete. Tergantung bis apik opo elek. Sing gak tak senengi, kok ya pakai tawar menawar barang. Hih ngeselin haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. enakan naek pesawat #lhoo #sombong hahahhahaha

      Hapus
  2. kalau saya jadi mbak, saya ke bali pasti naik KA terus. Pasti ekonomi. KA emang selalu prioritas saya. Kalau pilihan terakhir adalah naik pesawat, saya nggak akan jadi pergi, mbak. Benci pesawat saya. Bener, saya pasti akan selalu nyoba naik kereta gimana pun caranya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. beda selera sih mas, saya pilih yang nyaman2 saja xixiixix

      Hapus
    2. Tapi emang petak sgu-bwb petak pegunungan dan kualitas relnya masih rendah. Itu eksekutif aja di GAPEKA terbarunya waktu tempuhnya sama dengan ekonomi. Maklum,lah KA yang ke banyuwangi baru/BWB cuma 3. Peminatnya banyak, jadinya ya, mesti berhenti hampir tiap stasiun, sih. Makanya lelet. Ya, nyaman saya, ya, KA, mbak.

      Hapus

~ Semua komentar yang masuk akan di moderasi dahulu sebelum di tampilkan!
~ Komentar yang tidak sesuai topik, penghinaan, dan mengandung SARA akan dihapus, Thanks!

 
'/>