'cookieOptions = {...};' Belajar batik hingga ke Yogyakarta | La femme écrit

Belajar batik hingga ke Yogyakarta

Batik adalah salah satu warisan dan seni asli dari Indonesia, dan saya telat memperhatikan apalagi mempelajarinya. Saat ini saya baru mau mengenal tentang batik lewat pembuatannya, soal history, motif dan informasi lain saya belum banyak baca dari beberapa sumber. Maafkan ya...saya emang baru saja tertarik. Ketertarikan saya dimulai dari seringnya teman di Yogya sana (saya tinggal di Surabaya) selalu posting pengrajin batik yang meberikan workshopnya hingga pesertanya adalah artis dan bule-bule. Sekali lagi maafkan saya telat tertarik dibanding orang-orang jauh tersebut.

Akhirnya sayapun tertarik mengenal juga. Berangkatlah saya ke Yogya dipertengahan Juli 2017 lalu untuk belajar membuat batik. Ada 2 sih sebetulnya yang saya pelajari selama 6 hari disana, Shibori dan batik cap kertas (yang akhirnyapun diajarin nyanting juga). Ahhhh very fun workshopnya meskipun seorang doang. Saya belajar pada 2 pengajar, Untuk Shibori saya belajar di mbak Erma, salaha satu teman crafter Yogya yang saya kenal sebelumnya. Dan untuk batik cap kertas ini saya belajar dengan Pak Rohmad Batik Dongaji (bisa di search Batik Dongaji).

Shibori...hmmmm seni pewarnaan jepang, kalo di Indonesia biasa dikenal jumputan hanya beda tekniknya saja. Belajar shibori ini meyenangkan karena singkatnya waktu dan surprisednya saat kain sudah jadi. karena tidak bisa diprediksi patternnya antara saat di celup dan saat jadi. Very surprised!! Mudah dan cepat....itulah shibori yang baru saya kenal. And I love to do next to repeat this shibori project.



Batik cap, disini yang saya pelajari adalah membuat pattern batik dengan teknik cap. Asiknya dibatik Dongaji ini saya diajari membuat capnya. Dan agar setiap orang bisa membuat cap batik sendiri, jadi diajarkan membuatnya dari bahan yang mudah didapat dan dikerjakan setiap orang. Karena aslinya cap untuk batik adalah berbahan logam tembaga. Dan hal tersebut harus memesan ke tukang bubut ya. Disini saya mengikuti workshop selama 3 hari berturut-turut. Hari pertama saya diajari membuat capnya dari karton bekas bungkus rokok sampai mencapnya ke kain bahan batik (kain mori/primisima dll). hari kedua menyempurnakan motif, maklum karena pemula banget...cetakan saya suka gak bertemu setiap pattern motifnya hahahha. jadi saya harus menyempurnakan dengan kuas dan alat canting yang biasa untuk batik tulis, pewarnaan pertama dan ngeblok motif untuk pewarnaan kedua. Hari ketiga proses pewarnaan kedua dan ngelorod (merebus kain yang tujuannya menghilangkan lilin/malam). Dan dihari ketiga batik buatan saya sudah selesai dan cakeppppp.



Next kesempatan, saya akan belajar lebih proper lagi deh disitu. karena kemarin bener-bener baru pengenalan saja jadi saya masih belum rewel. Sepertinya sekarang saya banyak maunya haahhaha. Tunggu kedatanganku lagi yah Yogya!!. Selamat membatik teman-teman.

0 Chit - Chat:

Posting Komentar

~ Semua komentar yang masuk akan di moderasi dahulu sebelum di tampilkan!
~ Komentar yang tidak sesuai topik, penghinaan, dan mengandung SARA akan dihapus, Thanks!

 
'/>