Entri yang Diunggulkan

BTS : BUTTER 2021

Selasa, 10 Januari 2012

Tentang anjing dalam Islam

Banyak pendapat dan cara pandang seseorang tentang memelihara anjing khususnya dalam Islam. Saya sendiri menulis disini tidak bertujuan memprovokasi teman-teman untuk membenci atau menyayangi anjing. Tapi ingatlah manusia, hewan dan tumbuhan adalah ciptaan Allah yang saling hidup berdampingan.

Dalam islam (saya pun penganutnya) banyak sekali aturan (ayat2 dan dalil) dan konsekuensi yang harus dipikirkan ulang buat seorang muslim untuk memutuskan memelihara anjing atau bahkan sekedar memegang anjing. Kenapa?? saya pun tidak bisa menjabarkannya, karena bukan ahlinya.

Ada juga pendapat yang dikomentarkan oleh salah satu temen facebook saya, kira² seperti ini:




Tapi bisakah kita belajar tentang pembelajaran lain dengan adanya makhluk tuhan bernama anjing?? Silakan buka artikel di bawah ini yang saya copas (udah ijin lho ya) dari blog tetangga zionist-killer.blogspot.com, lets cekidot.



Dalam Islam banyak cerita tentang anjing. Nabi bahkan pernah memberikan minum seekor anjing dengan alas kakinya (sepatu). Di Jepang, seekor anjing ikut berdoa di sebuah kuil. Anjing itu terlihat merapatkan telapak kedua kaki depannya dan mengangkatnya hingga mendekati hidung, mirip dengan orang yang memberikan salam sungkem ala Jawa. Namun, Conan -nama anjing itu- bukan berasal dari Jawa. Ia adalah anjing milik Joei Yoshikuni, seorang rahib di Jepang dan ia tidak sedang melaksanakan salam sungkem, melainkan ikut “berdoa” di kuil Jigenim.

Menurut Yoshikuni, awalnya dia ingin Conan melakukan meditasi dan dalam beberapa hari Conan sudah bisa meniru gerakan orang berdoa di kuil, meskipun tidak bisa duduk bersila. “Dia mungkin memperlihatkan rasa terima kasih karena diberi makanan dan diajak jalan-jalan,” kata Yoshikuni (“Anjing Ikut ‘Berdoa’ di Kuil Jepang,” BBC.com, 25 Maret 2008).

Seperti halnya lumba-lumba dan kera, anjing memang termasuk binatang pintar. Tingkat kecerdasan anjing, tergantung pada ras dan masing-masing anjing secara individu. Anjing ras Border Collie, terkenal dapat mematuhi dan menjalankan berbagai macam perintah. Anjing ras lain mungkin tidak tertarik untuk menuruti perintah manusia, tapi lebih suka menunjukkan kepintaran dalam soal mencuri makanan atau kabur dari halaman berpagar.

Asal-usul anjing sebagai keturunan serigala yang hidup berkelompok membuat anjing jadi lebih mudah dilatih dibandingkan hewan lain. Sebagai anggota kelompok, anjing mempunyai naluri untuk patuh. Sebagian besar anjing memang sering tidak perlu berurusan dengan tugas yang rumit-rumit, sehingga tidak ada kesempatan belajar hal-hal yang sulit, seperti membuka pintu tanpa bantuan manusia. Anjing yang sudah dilatih sebagai anjing penuntun bagi tuna netra dapat mengenali berbagai macam keadaan bahaya dan cara menghindar dari keadaan tersebut.

Dalam Islam, anjing memiliki kedudukan tersendiri. Berikut ini adalah beberapa kisahnya:

Suatu hari, sampailah Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib di sebuah kebun kurma dan berhenti untuk beristirahat. Di tempat itu, Abdullah bertemu dengan lelaki berkulit hitam, penjaga kebun kurma yang mengeluarkan bekal makanan berupa tiga potong roti. Tiba-tiba seekor anjing datang menghampiri penjaga kebun itu dengan lidah terjulur sembari sesekali menyalak.

Melihat itu, penjaga kebun lalu melempar sepotong roti ke arah si anjing dan anjing itu langsung melahapnya. Ketika roti itu habis, anjing tadi masih menjulurkan lidah dan si penjaga kebun kembali melempar sepotong rotinya kemudian kembali dimakan oleh si anjing. Kejadian itu berlangsung terus, hingga roti ketiga milik si penjaga habis.
Abdullah yang sejak tadi berdiri memperhatikan kejadian itu terpana. Dia mendekati penjaga kebun lalu bertanya,” “Wahai anakku, berapa banyakkah makananmu sehari di tempat ini?”
“Tiga potong saja yang kesemuanya telah dimakan anjing tadi,” jawab si hamba.
“Mengapa engkau berikan semua kepada anjing itu? Dan engkau sendiri akan makan apa?” tanya Abdullah.
“Wahai tuan. Tempat ini bukanlah kawasan anjing. Jadi, aku yakin dia datang dari tempat yang jauh, sedang bermusafir dan tentu dia sangat lapar. Sedang aku sendiri, biarlah tidak makan hari ini hingga esok.”
Mendengar itu, Abdullah berseru, “Subhanallah. Engkau begitu mulia.”

Abdullah adalah putra Ja’far bin Abi Thalib. Nabi membaiat Abdullah ketika dia baru berumur 7 tahun. Pada masanya dia dikenal sebagai orang dermawan dan seluruh hartanya hanya dihabiskan untuk disedekahkan kepada kaum tak mampu. Namun, seorang penjaga kebun dan seekor anjing telah memberikan pelajaran baru bagi Abdullah. Dia lantas membeli seluruh kebun anggur itu dan memberikan seluruhnya ke si penjaga kebun.

Dalam Islam banyak cerita tentang anjing. Diceritakan di dalam surat Al Kahfi, seekor anjing telah dijamin oleh Allah untuk masuk surga, karena setia menjaga tuan mereka. Nabi Muhammad SAW menceritakan kepada para sahabat kisah seorang pelacur yang akan menjadi penghuni surga hanya karena pernah memberikan minum seekor anjing yang hampir mati. Namun, kebanyakan orang Islam selalu menghindari anjing karena dianggap sebagai binatang najis, meskipun yang dimaksud najis hanyalah air liurnya. Nabi sendiri, bahkan pernah memberikan minum seekor anjing dengan alas kakinya (sepatu).

Sesuatu Yang Bisa Kita Pelajari Dari Mereka

Pertama,

anjing adalah hewan yang seringkali merasakan lapar. Hal ini mengingatkan kita pada keadaan orang-orang yang shaleh. Orang-orang shaleh adalah mereka yang senantiasa rohaninya merasakan lapar akan ”harapan dan rindu untuk diri dan dicintai oleh Allah SWT. Bagi orang-orang shaleh, setiap perintah Allah SWT adalah pengenyang lapar rohaninya, dan setiap detik usia adalah waktu untuk bersantap.

Kedua,
pada umumnya anjing tidak memiliki tempat tinggal yang mewah di dunia. Anjing tidak pernah meminta diberikan tempat tinggal yang mewah kepada tuannya. Di manapun ia ditempatkan, ia akan dengan senang hati menerimanya. Sama seperti halnya orang yang berpasrah diri (tawakkal) kepada Allah SWT. Insan yang bertawakal adalah mereka yang menyerahkan segala urusan hidupnya kepada Allah SWT. Karenanya, di manapun, bagaimanapun, dan seperti apapun keadaan dirinya, ia tidak pernah berkeluh kesah karena kuatnya keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan apa yang dibutuhkan olehnya, bukan apa yang diinginkan.

Ketiga,
Anjing adalah hewan yang biasanya hanya tidur sebentar, seperti orang yang punya kecintaan besar pada Allah (muhibbin). Seorang pecinta Tuhan, lebih banyak menggunakan waktunya untuk mendekatkan diri kepada-Nya, daripada “membuangnya” dibanding dengan tidur yang berlebihan. Bahkan ketika tidur pun, rohaninya tetap terjaga untuk mengingat Allah.

Keempat,
anjing tidak memiliki harta, sebagaimana keadaan orang-orang zuhud atau merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah SWT kepadanya.

Kelima,
anjing tidak akan meninggalkan tuannya sendirian, biarpun tuannya sendiri tidak menghiraukannya, seperti sifat orang-orang yang selalu ingin dekat pada Allah (muridin).

Keenam,
anjing rela ditempatkan di mana saja, seperti sifatnya orang-orang tawadhu’.

Ketujuh,
anjing rela untuk pergi dari tempat di mana ia diusir ke tempat lainnya, seperti sifatnya orang-orang yang ridha kepada kehendak Allah.

Kedelapan,

jika seekor anjing dipukul lalu diberi sesuatu. Ia akan kembali dan mengambilnya tanpa merasa dendam, seperti sifat orang-orang yang khusyu’.

image by me

Saya pribadi penganut Islam, saya pun memelihara anjing (kucing dan hamster) dirumah. Kenapa?? Karena sudah dasarnya saya penyayang hewan (tidak hanya anjing), karena juga penganut Islam, saya juga harus ingat akan najisnya juga rules²nya (niatan memelihara,bersuci, dan aturan tidak seatap) menurut pandangan yang saya yakini. Semua pilihan dan tergantung kitanya sendiri, Bagaimana dengan anda teman-teman???

Selasa, 20 Desember 2011

Kudu dan Gudu

image by me
Kudu dan Gudu!. Pernah gak sih dari kita terutama yang orang Jawa mengucapkan 2 kata ini (Kudu dan gudu) yang hampir sama terdengarnya. Kalo saya sih baru tahu kata 'Gudu' dari temen BBM saya.....tentunya orang Jawa di Surabaya. Pertama terdengar aneh dan gak familiar.

Kata 'Kudu' dan 'Gudu' mempunyai arti yang berbeda. Kudu mempunyai arti harus, wajib. Kalo Gudu artinya pengen, akan. Saya tidak tahu 2 kata ini sebenarnya bahasa Jawa, bahasa Indonesia atau bahasa mana. Yang pasti kalo lagi BBM, enak banget pake kata ini huaahahahhahha.

Contoh dikalimat:
- Saya KUDU pergi sekarang ya => saya harus pergi sekarang (eyd)
- Aku GUDU nyeburin kamu ke got deh => aku pengen nyeburin kamu ke got deh (eyd)

Ahhhh posting saya kayake kurang penting ya....hehehehh

Rabu, 26 Oktober 2011

Jambu monyet dan Juwet buah yang termarjinalkan

Ehhh judulnya Jambu monyet dan juwet yang termarjinalkan?? kayak tau ajah artinya Marjinal?? hueueue. Marjinal itu menurut kamus bahasa indonesia adalah kaum yang terpinggirkan, sesuatu yang pra-sejarah, kelompok kecil, kelompok yang tidak dianggap. Lha trus hubungannya sama Jambu monyet dan Juwet apaan yaaa??

Gini ceritanya, 2 hari yang lalu saya belanja di pasar tradisional dekat rumah saya, namanya Pasar Pakis, petanya bisa dilihat di WIKIMAPIA ya. Ini saya jarang sekali belanja disitu karena tempate semrawut dan terkesan sumpek karena jualannya meluber di pinggir jalan. Biasanya saya belanja di pasar tradisional lain dekat kampus saya dulu yang juga sama dekatnya dengan rumah saya, namanya Pasar Dukuh Kupang, petanya juga bisa dilihat DISINI.

Saat saya berbelanja di Pasar Pakis ini segalanya ada dibanding Pasar Dukuh Kupang. Dari makanan tradisional sampe makanan beku kemasan. Nah saat saya beli udang (kesukaan suami saya), disebelahnya ada pedagang buah-buah yang menurut saya termarjinalkan. Buah-buah dari masa lalu saya, buah-buahan jadul, buah-buahan 'murahan', buah-buhan tanpa rasa yang exclusive macam buah Berry. Diantaranya ada Juwet, Jambu monyet, Kedondong, Nenas, dll saya lupa namanya.

Saya jadi rindu masa lalu, rindu masa kecil saya dikampung. Padahal di kampung saya, buah ini udah nothing, udah gak ada yang jual lagi. Tapi dulu saat masih SD saya sering beli didepan sekolah saya atau juga lewat di depan rumah saya. Rasanya sebenarnya enggak banget, saya kurang suka, entah kenapa dulu temen SD saya meracuni lidah saya dengan buah aneh ini.

image by me
Jambu monyet menurut saya rasanya gak ada enaknya blas, gak manis, sepet bin nyeret di tenggorokan kalo dimakan, gak tau dengan temen-temen yang suka ya. Tapi buat saya gak akan jadi pilihan buah favorit saya deh hehehehe. Tapi kalo saya di kasih kepala jambunya doyan banget, itu kacang mente atau kacang mede. Kenapa yah buahnya tuh murah tapi kepala buahnya (mente)nya itu jadi mahal banget, padahal berasal dari satu bagian buah, entahlah. Kemarin saya beli 1 buah ukurannya agak besar kayak digambar sebelah itu cuma Rp.1000,-

image by me

Juwet atau duwet atau juga disebut buah jamblang sama orang betawi. Buah lain yang menurut saya sudah termarjinalkan sedemikian lamanya. Nyari di kota mah sulit, di kampung saya aja udah kagak ada, apalagi di Surabaya. Kemungkinan itu pedagangnya punya pohon sendiri dirumahnya, karena saya lihat jualannya cuma sedikit paling 1 kg aja dia bawa. Dulu saat saya SD, temen saya bilang sebelum makan juwet harus di under-under (baca:dipilin-pilin membulat) dulu pake telapak tangan biar rasanya manis. Entah bener apa gak yang pasti buahnya jadi kisut kuyu gitu hehehhe. Buah ini sebenarnya manis tapi saya seringnya dapet yang agak sepet gitu, gak beda jauh dengan Jambu monyet. Temen saya juga bilang ini anggur versi jowo :P, saya kemarin beli 1/4 kg Rp. 3000,- mayan mahal yaa.

image by me

Juwet dan Jambu Monyet , dua buah yang termarjinalkan tersebut tetep asli Indonesia lho (harus tetep bangga!!). Saya memutuskan membeli kedua buah termajinalkan tersebut hanya untuk mengenang masa lalu saya sewaktu masih kanak-kanak, saya rindu dengan teman SD saya dan segala macam permainan yang di ajarkan kepada saya. Tapi untuk buah favorit saya dari dulu suka dengan rambutan, mau 2 kg langsung dihabiskan juga hayukkk. Saya membeli masa lalu saya, bukan menuruti air liur saya heheheh.

Minggu, 23 Oktober 2011

Surabaya Animal Care (SAC)

Surabaya Animal Care atau biasa disingkat SAC adalah sebuah wadah sosial non profit yang memperjuangkan nasib hewan-hewan terlantar di Surabaya agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dulu di postingan saya yang judulnya "doggy oh doggie" udah pernah saya singung sedikit mengenal Surabaya Animal Care (SAC) ini kan?? masih inget kan ya, kalo lupa bisa buka postingannya DISINI ya. Promosi yaa !! IYA !!


Sejak awal Agustus 2011 dan memang komunitas ini mulai di seriuskan misinya mulai awal Agustus 2011. Surabaya Animal Care sendiri udah ada di grup facebook lumayan lama, tapi mulai di 'kopdar' kan awal Agustus 2011. Dan sangat mendapat perhatian dari beberapa orang yang memang animal lover sehingga mereka juga tidak segan-segan mengucurkan donasi mereka untuk Surabaya Animal Care.

Selama 3 bulan (Agustus - Oktober) berjalan, kasus awal kami adalah anjing-anjing yang berada di area pacuan kuda di Kenpark (Kenjeran Park/Pantai Ria Kenjeran). Disana terdapat puluhan anjing yang tidak terurus meskipun bertuan, hal tersebut disebabkan tidak adanya kesadaran untuk menekan populasi dengan program sterilisasi apalagi untuk vaksinasi, hufttt. Tapi tetap semangat lah untuk menolong, anjing disana rata-rata sakit kulit dan kurus. Anjing - anjing disana mengais makanan dari tempat sampah sejenis TPA (tempat pembuangan akhir) dekat pemukiman warga dan juga tempat hidup para anjing tidak berdosa ini.

Sungguh ironis dan menyedihkan, dimana Kenpark adalah tempat hiburan murah meriah yang tiap minggunya mampu mendatangkan turis domestik dari berbagai kota, tetapi didalamnya seakan tidak terurus dan kotor. Seperti gambar dibawah ini:


Saat ini Surabaya Animal Care (SAC) sedang merescue 3 ekor anjing (Hope, Miracle, & Dreamy) dari Kenpark yang kami tempatkan di sebuah klinik hewan karena kondisi mereka sangat menyedihkan, penyakit kulit akibat scabies membabat habis bulu tubuh mereka, hingga nampak seperti anjing yang habis dikuliti.



Selain itu SAC juga mengurusi regulasi dogfood, obat-obatan dll untuk anjing-anjing Kenpark yang menunggu di rescue oleh tim SAC. Surabaya Animal Care juga telah, sedang dan akan membantu pengadopsian hewan tak bertuan dengan mencarikan adopter yang benar-benar penyayang hewan.

Untuk teman-teman yang bersimpati dan menaruh iba dengan hewan terlantar, silakan sisihkan uang saku / penghasilan /waktu anda untuk donasi di Surabaya Animal Care. Donasi tidak hanya berupa uang, bisa juga melalui tenaga dan juga pet supply (dogfood, catfood, pet cage, sampo, obat-obatan, vitamin, mainan,snack dll).

- Donasi bisa di kirim ke rekening SAC atas nama:

BCA: a/n : Dewi Suryaputri
Nomor Rekening : 788 0 944 660
Konfirmasi donasi: 081 335 344 110

Info tentang Surabaya Animal Care (SAC)
- Pages FB : Surabaya Animal Care Community
- Laporan Kasus : Ruth 082139964808 / Judi 082232709318 (pin BBM 24efc383)

Jumat, 09 September 2011

Terima kasih modernitas

Terima kasih modernitas !!. Pada suatu saat yang lalu saya merasa bersyukur dan menulis status di twitter "Terima kasih modernitas, saya gak perlu capek cari kayu bakar untuk memasak dan tidak perlu merusak tangan saya dengan mencuci pakaian".

Mungkin tidak banyak orang bersyukur kepada era modern seperti saat ini, apalagi untuk orang - orang yang lahir di era tahun 2000-an. Tapi untuk saya, transformasi era flinstone ke jaman modern sangat saya rasakan dan cukup menikmatinya.

Jaman saya kecil dulu, ortu saya sudah ditempatkan untuk bekerja di daerah terpencil (sekitar 6 km dari kota). Saya ingat banget saat saya kecil, belum ada listrik dan TV nya pun masih hitam putih, itupun dulu yang punya TV bayar iuran tiap bulan dikasih tanda terima kaya perangko. Dan chanel TV-nya hanya TVRI dan chanel TV paginya TPI sama RCTI kalo gak salah dan juga masuk era TV warna (di kampung saya lho ya). Makanya film jaman bahaeula paling membekas dimemori saya karena emang pilihan acaranya masih dikit, seperti Macgyver, Knight rider, Doraemon,Satria baja hitam,Ular putih,dll.

Dan saya juga merasakan era masak pake kayu bakar, kompor minyak sampai akhire kompor yang ada sekarang. Juga susahnya cari air bersih, musti numpang ke sumur tetangga (untung gratis).Huftttt...jaman dulu koq kayaknya susssaaaaahhhh banget.

Terima kasih modernitas!, saya bisa kapan saja ke dapur buat masak karena tinggal muter tombol. Terima kasih modernitas!, karena saya gak harus capek nyuci baju yang sehari bisa ganti 3 kali. Terima kasih modernitas!, karena saya gak perlu ngocok adonan kue sampai mengembang dengan tangan. Terima kasih modernitas!, telpon sekarang bisa dibawa kemana mana, bisa untuk motret, denger radio, denger musik dan juga internetan. Terima kasih modernitas!, saat saya malas menghangatkan makanan dengan kompor saya tinggal masukin microwave. Terima kasih modernitas!, karena gak perlu cari produser buat ngetop xixix. Terima kasih modernitas!, karena saya gak perlu dijodohin karena bisa cari lewat internet...hahahah LOL.

Sabtu, 02 Juli 2011

Doggy oh doggie

Dog speaking?? emang doggy bisa ngomong?hmmm...berawal dari jalan - jalan saya di mall yang penuh dengan petshop di surabaya, yapz PTC!. Saya belakangan ini rutin jalan kesana khusus pengen lihat doggy or puppy. Dan memperhatikan mereka bermenit menit seperti dog speaking gitu, muka mereka tuh seperti ingin ngomong sesuatu kepada saya *l3b4y*.

Saya juga rutin ngaskus di thread tentang pets , dan juga gabung dengan page SAC (Surabaya Animal Care), yaitu kumpulan komunitas perduli hewan dan mereka misinya membantu hewan yang terlantar dan sengaja ditelantarkan, bahkan hewan sakit dan sekarat. Mulia sekali kan misinya....

image by: Me
Jadinya ketertarikan saya bertambah menggebu-gebu *sekali lagi l3b4y* :P. Sampai merengek ke hubby untuk mengijinkan sekaligus membelikan saya seekor puppy dari trah kecil hehehhee. Sebelumnya saya selalu miara kucing dan saat ini juga masih ada. Dan memang selama sebulan di bulan Juni kemarin saya sama sekali gak oret² di blog ini karena emang waktunya lebih banyak dihabiskan untuk menemani puppy baru saya si Lolly, jadi maaf ya yang belum sempet berkunjung ke blog temen - temen untuk blogwalking.

Dan ini ada beberapa kalimat quote yang cukup menggetarkan hati saya *tanpa vibrator loh ya* untuk memahami seekor doggy.

..... this is the dog speaking to it's owner .....


1. Please enjoy your life with me.
2. Place your trust in me. It's crucial to my well-being.
3. Please never forget I have my own feelings.
4. When I don't want to do what you want, I have a reason.
5. Talk to me a lot. Even if I don't understand your words, I understand you.
6. Remember before you hit me that I have teeth that could easily crush the bones of you but that I choose not to bite you.
7. Take care of me when I get old.
8. My life is likely to last about ten years, please try to find time staying with me as much as you can.
9. You have your school and your friends. I have only you.
10. When I'm passing away, please be with me. And, remember that I love you


.....Your dog loves you since he has only you.....

quote source: kaskus

 
'/>