Entri yang Diunggulkan

BTS : BUTTER 2021

Senin, 30 Desember 2013

Pengalaman naik kereta ke Bali

image by : wikipedia.org
Liburan akhir taon 2013 yang lalu saya dan suami pergi ke Bali, dan kami menggunakan transportasi kereta api menuju ke Bali. Lhooo kok bisa sih naek kereta api ke Bali kan nyebrang laut?? hihihihi. Begini ceritanya, jadi kami memilih kereta api karena pada saat liburan akhir taon begini tiket pesawat kan lagi naik-naiknya, sementara kalau naik travel gak kerasan karena mesti mampir kesana kesini dulu, akhirnya pilih naek kereta api.

Jadi kita beli tiket kereta api tuh jurusan langsung Denpasar, tapi naik keretanya cuma sampai Banyuwangi ajah. Trus dari stasiun Banyuwangi kita dioper naik bus Damri ke penyebrangan sampai ke poolnya bus Damri di Denpasar tapi tidak bayar lagi, sudah termasuk dari tiket kereta tadi. Nah setelah dari pool bus damri menuju tujuan masing-masing yah silakan dipikirkan sendiri hihihihi.

Dan menurut saya naek kereta api ke Bali itu sangat tidak RECOMMENDED. Setelah memasuki kota Jember, kereta yang katanya kelas eksekutifpun jalannya kayak keong dan berhenti disetiap stasiun, udah gitu fasilitas yang katanya kelas eksekutifpun gak seperti saat saya naik argo wilis ke Bandung ataupun ke Jogja. Apa karena jarang peminatnya yah, jadi fasilitasnya pas2an....udah gitu air ditoiletnya kecil dan mati saat saya kedua kali ke toilet #doh.

Tapi yang saya masih gak bisa mengkompromikan adalah keretanya berenti di stasiun kecil yang hanya per 5- 15 menit perjalanan. Sungguh mengesalkan pengalaman naik kereta ke Bali kemarin. Akhirnya pas balik dari Bali ke Surabaya, saya sepakat sama suami untuk menggunakan transportasi pesawat udara saja. Menghemat waktu dan tenaga juga emosi hehehhehehe. Meski harganya lagi naik-naiknya...yang penting nyampek rumah dan enggak kecapekan ajah abis liburan.

Tapi untuk yang mempunyai budget terbatas untuk naik pesawat sih lebih enak naik jasa travel, kereta jadikan opsi kedua sajah hehehehhe.

Minggu, 22 Desember 2013

Menjahit bantal leher

Bantal leher itu perlu lho jika kita sedang melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan umum seperti bus,kereta dan pesawat. Soalnya pernah nih saya pas umroh yang lalu tidak menyiapkan bantal leher, wal hasil tidur saya selama 14 jam dipesawat cuma bisa tidur-tiduran ayam dan berakhir kepala pusing.

Akhirnya saya berfikir meski beberapa fasilitas kendaraan umum melengkapi dengan bantal tapi tidak senyaman bantal leher deh ya menurut saya :). Dan saya tiap lihat toko boneka yang menjual bantal leher kok hati rasanya berat untuk beli, karena saya berfikir saya bisa menjahitnya sendiri dirumah. Toh modelnya cuma setengah lingkaran saja.

Nanti malam nih saya ada perjalanan naik kereta selama kurang lebih 11 jam menuju Bali, siang tadi saya sudah menyiapkan satu bantal leher untuk saya pakai sendiri di kereta, Secara perjalanan jauh dan malam hari, paling tar di kereta saya masih sewa selimut kayak biasanya hahahahah. Pokoknya mah saya pengen tidur aja kalo perjalanan ditemenin suami, kalo selain sama suami saya gak berani tidur, ndak tenang :),

Berikut ada sedikit tutorial menjahit bantal leher buat temen-temen yang akan dan rutin melakukan perjalanan jauh,barangkali ingin mencoba menjahit bantal leher sendiri daripada beli. Bisa juga ditambahkan aplikasi felt jika mau :).
image by me
Keterangan gambar menjahit bantal leher:
1. Buat pola diatas kertas dengan ukuran lingkar atas 10cm dan lingkar bawah 20cm, posisi kertas dilipat 2 ya lalu gunting. Bentuk lingkaran bisa didapat dengan cara memakai pensil yang diikat benang lalu pas diporosnya benang diletakkan sambil tangan satunya memutar pensil sesuai dengan titik ukuran yang telah ditentukan sebelumnya. Karena kalau memakai jarum jangka, diameter sekian tidak bisa, terlalu besar lingkarannya.

2. Setelah jadi step 1 diatas, tambahkan kertas dimasing-masing ujung sekitar 10cm, karena saya menginginkan bentuk bantaknya bulat agak memanjang kedepan, jadi enak dibuat sandaran samping lebih panjang.

3. Setelah selesai kedua step diatas, jika dibuka jadinya seperti gambar ini, setengah lingkaran dengan ujung memanjang.

4. Letakkan pola bantal leher dengan posisi terllipat diatas kain yang juga terlipat dua, posisikan lipatan kertas sesuai dengan lipatan kain agar tidak terpotong, jangan lupa sematkan jarum pentul. Disini saya menggunakan 2 motif kain berbeda, dan dalam menggunting saya menumpuk 2 kain tersebut dengan posisi terlipat 2 dan dengan pola kertas diatasnya baru saya gunting bersamaan *menghemat waktu dan jelas presisinya :).

5. Jangan lupa tambahkan kampuh sekitar 2cm untuk jahitan.

6. Setelah digunting jadinya lebih lebar 2 cm dari pola, karena memang kampuh dipersiapkan agar ukuran yang diinginkan sesuai dengan pola yang kita buat dikertas tadi.

7. Setelah 2 kain dibuka, seperti inilah jadinya, kain ini kita buat 1 untuk sisi atas dan 1 lainnya untuk sisi bawah, jadi bentuknya setengah lingkaran gitu.

8. Sebelum di jahit sebaiknya disetrika dahulu agar mapan dan tidak ada kusutan kain. Sebenernya sih lebih pas sebelum gunting kain sih setrikanya, cuma saya lupa hehehehhe.

9. Setelah disetrika lalu dijahit sekelilingnya, sisakan satu sisi untuk memasukkan dakron. Disini saya membutuhkan sekitar 3ons dakron untuk mengisi bantal leher ini, karena saya suka yang padat. Dan setelah diisi dakron, jahit sisi yang masih terbuka tadi, dan jika mau tambahkan tali seperti yang saya buat diatas, karena saya ingin bantal leher ini saat dipakai tidak melorot2 karena tidur yang kadang miring-miring jika dilakukan sambil duduk.

Selamat mencoba dan semoga berhasil, jika kurang jelas bisa menghubungi saya ya :).

Rabu, 18 Desember 2013

Alat detektor uang

Alat detektor uang digunakan untuk mendeteksi uang rupiah kita asli atau palsu, menurut tanda-tanda yang sudah ditetapkan seperti munculnya garis hologram, nominal angka dan gambar. Menurut saya yah, kita semua sudah waktunya punya alat detektor uang ini, mengingat banyaknya uang aspal (asli atau palsu) yang gampang dijumpai saat ini. Apalagi kalau sedang mendekati hari raya idul fitri, uangpun dijual dipinggir jalanan.

Akhirnya sayapun mau tidak mau membeli alat detektor uang ini dikarenakan saya awalnya akan bertransaksi dengan seorang calon pembeli Monstract ATV Primera milik suami saya yang pernah saya tawarkan di postingan saya sebelumnya. Saya sebenernya kurang suka bertransaksi dengan cara cash, soalnya saat ini memang banyak bermunculan uang aspal, udah kebayang ribetnya aja saya. Eh tetapi calon pembeli motor suami saya ini bertransaksi cash dengan jumlah diatas 20 juta. Byuuuuhhhh....bayangin ajah kepikirannya saya, harus menghitung duit sebanyak itu secara manual dan belum tentu tau asli apa palsu uangnya #parno.

Akhirnya saya meminta suami untuk membeli alat detektor uang seeperti yang saya lihat di bank-bank hehehehhe. Dan benar, saat transaksi jual beli motor Monstract ATV itu tiba, saya butuh waktu banyak untuk menghitung uang dan sesi berikutnya mendeteksi uang satu persatu yang jumlahnya diatas 20 juta dengan lembaran Rp. 50.000....whoooosaaaahhhh!!. Dengan alat ini lumayan sangat membantu lhooo meski saya kurang leluasa tangan kurang leluasa bergerak, jadi harus 'mensortir' uangnya satu per satu. Udah mirip pegawai bank ajah.

image by me


Selesai menghitung dan transaksi jual beli selesai, saya tidak puas sampai disitu. Dengan mengejar waktu jam buka bank yang kurang 15 menit, saya buru-buru pergi ke bank. Kebetulan berjarak sekitar 500 m dari rumah saya ada komplek perbankan, jadi langsung saja saya masukkan ke rekening saya semua, sekalian mau meyakinkan diri bahwa semua uang yang saya terima adalah asli. Dan syukurlah semuanya asli dan Alhamdulillah motor Monstract ATV punya suami laku setelah saya pasang iklannya di blog ini dan dibeberapa situs jual beli lain...terima kasih buat pembeli motor saya yah, semoga bermanfaat dan tidak mengecewakan.

Rabu, 04 Desember 2013

Cara termudah downgrade bbm v8 ke bbm v7 dengan Facebook

Tiga hari ini saya dibikin puyeng dengan tampilan bbm v8 di blackberry, perasaan sih ndak ngapgrade tapi ya sudah deh lupa, yang pasti bbm v7 saya sudah ganti v8 yang super berat. Selain tampilan bbm v8 menjadi tabbed, juga disertai fitur recent updates....fitur yang paling saya benci. Manalagi tidak ada option untuk mengatur fitur-fitur tersebut. Belum lagi terkurasnya batere saya dengan cepat yang disertai beratnya loading bbmm itu sendiri juga disertai panasnya handheld  #pengenbuangBB.
bbm versi 8, image by me

Pokoknya saya tidak suka dengan fitur baru bbm v8....not recommended bluassss. Dan saya yakin banyak pemakai bbm v8 yang komplin dan kurang suka dengan kemunculan bbm v8 ini. Saya sempet lihat reviewnya di blackberry world di fitur bbm. Hihihihii blackberry makin payah ajah, tapi saya juga pemakain setianya 3 tahun ini #doh.

Setelah googling demi mendowngrade bbm v8 ke bbm v7 saya tidak menemukan satupun cara yang dikhususkan buat orang gaptek kayak saya. Banyak sih tutorial cara downgrade bbm v8 ke bbm v7 tapi setelah saya ikuti ada saat didownload file JADnya error ada yang tidak bisa trik tipsnya dan lain-lain. Makin pusing dehhh....jadi males buka bbm dan chat dengen temen Huffffttt.

Dan taraaaaa....di hari ke-3 atas masalah saya dengan downgrade bbm v8 ke bbm v7, akhirnya saya nemu cara paling guampang, mudah dan tidak pake ilmu-ilmu setinggi IT hihihihihi. Dan begini caranya:
- Pertama sih kayak tips-tips yang ada di google, hapus dulu bbm v8 yang terinstal, bisa lewat akun blackberry world bisa juga lewat Option. Kalau saya sih hapusnya lewat Option.
- Buka blackberry world di device kita, cek apakah sudah terdelete dan pastikan sudah teruninstal.
- Restart device dengan cara melepas batere, ini harus benar-benar dilakukan tidak bisa pake cara ctrl+alt+del yah, tapi harus cabut batere
- Setelah itu nyalakan device, nah sudah hilang kan fitur bbmnya hehehhehe

Nah cara balikin ke versi bbm v7 cukup mudah dengan cara yang sangat simple, yaitu dengan cara buka facebook, lho kok bisa???. Begini ceritanya, saya kan eksis banget di facebook, dan tiap mengalami kesulitan akan sesuatu saya curhat di facebook, dan biasanya dapet solusi. Nah begitu saya hopeless karena berhari-hari googling gak nemu solusi termudah untuk mengembalikan bbm v7 dan segala macam tips yang adapun sudah saya coba dan gak berhasil. Akhirnya saya pun buka facebook lewat blackberry saya. Facebook langsung meminta "instal blackberry messenger". Otomatis deh saya langsung klik pilihan itu trus Download, pokoknya saya ngikutin semua step-stepnya. Nah pilihan bbmnya otomatis mengikuti versi default dari OS kita, karena saya memakai bb 9790 (Bellagio) dengan OS 7nya jadi default bbm saya otomatis juga bbm v7 bawaan dari OS 7.

image by me

image by me


Dan duaaaaaaarrrrrrr....saya mendapatkan bbm v7 saya seperti semula sebelum upgrade jadi v8. Fyuuuuhhh...akhirnya yah. Udah deh saran saya jangan upgrade bbm ke v8...karena sepertinya masih beta dan masih banyak kekurangan disana sini dan juga menguras batere, trust me, Beneraaaannnnn!!
bbm versi 7 , image by me

Ini sih tips downgrade bbm v8 ke bbm v7 paling mudah diantara yang termudah yang ada di google kayaknya yah hahahhha. Meski dengan cara jaman batu, gak papa deh yang penting balik lagi bbm v7 saya yang enteng dan gak nguras batere. Selamat  mencoba yaaaa :)

Rabu, 20 November 2013

Pengalaman pertama naik pesawat

Naik pesawat buat jaman sekarang memang bisa untuk semua kalangan, selain makin banyaknya maskapai penerbangan juga harga tiket yang semakin terjangkau semua masyarakat. Jadi rugi banget donk yah kalo saya gak ngerasain naik pesawat jugak hehehehehe #norak.

Meski saya sudah 4 kali naik pesawat, tapi untuk yang ke 5 kalinya kemarin ituh bener-bener prosesnya saya lakukan sendiri. Kalau sebelumnya kan tiket udah siap tinggal nyengklak saja :D. Jadi buat kemarin yang ke 5 saya seperti mengalami pengalaman pertama naik pesawat dari awal step :).

Saat liburan ke Jogja dan Bandung yang lalu, kan saya berangkat naik kereta eksekutif dari Surabaya ke Jogja lalu selesai liburan di Jogja naek kereta menuju Bandung. Nah dari Bandung ke Surabaya kan jauh dan terbayang setengah hari (12 jam) didalam kereta meski fasilitasnya lebih nyaman dari naik pesawat,tetep saja kebayang badan tambah capek ngejalanin perjalanan sejauh itu.

Jadi suami dan saya memutuskan naik pesawat saja pulang ke Surabaya-nya. Dan saya kendandapan pesen tiket karena masih belum tau mau berapa hari  liburan di Bandung, jadinya saya beli tiket di agen, Sebenernya beli sendiri online bisa cuma karena suami ndak bawa token ibanking dan nyari atm di bukan kota sendiri itu lumayan merepotkan, jadinya kami memilih beli di agen travel, online juga sih sebenernya tiketnya cuma ada tambahan fee ke agen tersebut. Dan saya memilih maskapai penerbangan Garuda Indonesia, dan saya menikmatinya karena memang pelayanannya beda dengan maskapai lain :).

Jadi step-stepnya tuh kalau mau naik pesawat sendiri, pertama reservasi tiket dulu bisa lewat online (e-ticketing) (tiketdotcom,nusatripdotcom,travelokadotcom dll) atau juga bisa lewat maskapai-maskapai penerbangan seperti garuda-indonesiadotkom,airasiadotkom dll, bisa juga beli di travel agent, atau beli di bandara juga bisa, nanti ke counter-counter penjualan tiket, biasanya counternya masing-masing maskapai penerbangan ada (tidak  jadi satu) dan letaknya lobi bandara biasanya. Sekarang tiket pesawat memang sudah online, jadi dengan kode booking yang ada kita sudah bisa dapat tiket.

Step kedua adalah datanglah ke bandara paling lambat 2 jam sebelum jam terbang, lalu bawa tiket reservasi (e-ticketing) KTP/Paspor  menuju pintu keberangkatan (departure) dan menuju counter check in sesuai dengan maskapai yang kita sudah kita pilih, counter ini letaknya di dalam lobi. Biasanya tiket reservasi kita disini diganti dengan boarding pass (tiket untuk naik pesawat), ukurannya kecil biasanya. Saat di counter check in kita bisa langsung serahkan juga barang-barang untuk masuk bagasi dan ditimbang terlebih dulu, biasanya tiap penerbangan domestik dapet kapasitas bagasi 20kg, internasional 30kg. Barang-barang fragile(contoh: gadget) sebaiknya masuk kabin saja.  Note ya: kalau beli tiket online perhatikan juga biayanya udah termasuk bagasi atau tidak? kalau tidak biasanya kalau kita taruh barang di bagasi ada tambahan biaya. Biasanya juga kita bisa dapat snack, itu juga tergantung maskapainya.

boarding pass, image by me

Step ketiga saatnya kita boarding, setelah kita dari counter check in dan menyerahkan barang bagasi, kita masuk ke ruang tunggu keberangkatan  biasanya  kita harus melewati area security check point barang yang masuk kabin dan juga bayar airport tax (biasanya 25.000 - 40.000). Karena saya kemarin naek Garuda Indonesia jadi saya tidak perlu bayar airport tax karena udah include. Kalau saya sih nunggu 30 menit sebelum boarding udah geal geol diruang tunggu keberangkatan soalnya takut ketinggalan hahahahah. Tapi sebelum ke ruang tunggu liat dulu monitor info, kode pesawat anda masuk gate berapa, ini PENTING agar tidak salah masuk pesawat. Dan tentunya disini pengantar sudah tidak boleh masuk yah.

Step keempat kita mulai pasang kuping bener-bener seringlah lihat monitor info, disini biasanya diinfokan lewat pengeras suara kalau gate boarding sudah dibuka, disitu tiket kita dicek dan ada bagian yang disobek biasanya. Dan langsung deh masuk ke garbarata (semacam lorong menuju pintu pesawat), untu bandara-bandara tertentu seperti soeta kita masih akan naek bus menuju pesawat.

Step kelima kita masuk ke kabin pesawat. Lihat seat kita di tiket, setelah masuk pesawat minta tolong pramugari jika kebingungan menemukan seat (tempat duduk) kita, duduklah ditempat duduk yang sesuai tertera di tiket, karena tempat duduk lainnya sudah ada yang booking juga, jangan asal duduk yah :). Jangan lupa taruh barang-barang ke tempat penyimpanan kabin diatas tempat duduk kita, lalu tutup lagi.

Step keenam, duduk manis pasang seatbelt, kencangkan, tegakkan kursi, sambil menunggu take off (lepas landas). Buat saya saat take off merupakan saat paling enggak enak dan bikin mual. Hal ini berlangsung beberapa menit hingga lampu indikator seatbelt mati. Beberapa kali naek pesawat tetep aja saat take off paling tidak nyaman, kadang saya harus mengempiskan perut untuk mengurangi mual saat take off, cuma gak sampai muntah sih ya :).

Step ketujuh, setelah perjalanan pesawat sampai kita harus landing (menuju landasan), disini kita juga yang tadi seatbeltnya dilepas harus di pasang kembali, kalo tidak entar terjungkal-jungkal. Setelah pesawat sudah berhenti sempurna dan pintu pesawat dibuka, keluarlah dari pesawat lewat lorong garbarata dan silakan jalan terus menuju tempat pengambilan bagasi, jangan langsung keluar bandara atau pulang yah :). Entar siapa yang ambil barang kita yang kita titipkan di bagasi heheheheh.

Dan selesai deh perjalanan pengalaman pertama saya naik pesawat, semoga membantu teman-teman yang masih pertama kali merencanakan perjalanan menggunakan pesawat terbang. Enjoy your flight!

Minggu, 10 November 2013

Liburan di Jogja dan Bandung

Akhir Oktober yang lalu saya mengambil liburan berdua dengan suami, yah semacam hanimun deh ya hahahahh. Maklum belum pernah bener-bener hanimun sejak menikah 6 tahun lalu, bersyukur baru sekarang ada rejekinya :).

Hmmm...well! Saya dan suami berencana akan selalu rutin liburan selama kami bisa. Kami berharap bisa mengunjungi beberapa tempat liburan yang rekomended di Indonesia. Jogja dan Bandung merupakan perjalanan pertama dari rencana liburan keliling Indonesia kami (I wish). Kenapa memilih dua kota tersebut sebagai tujuan liburan kami?

Jogja, kami memilih ke Jogja karena saya pingin ke Borobudur (lagi) hehehheh. Dan di Jogja juga ada sodara yang kuliah disana, jadi menghemat budget untuk menginap di hotel hahahhaahha. Kami sekitar 5 hari di Jogja, selama di Jogja saya seneng dengan makanan dan tempat berbelanja souvenirnya. Di area Jl. Malioboro ada salah satu toko yang namanya Mirota, disana pusat souvenir yang terlengkap dan harganya miring (very recommended). Di Mirota semua lengkap, mulai dari souvenir kecil-kecil, wayang, tas,baju,gaun,jamu,lulur, batik, bedak dan yang spesial ada ibu pembatik yang rutin ngebatik di dalam Mirota, awesome!!

Trus kami juga ke pantai berpasir  putih, iyah! tapi bukan parang tritis lho ya, parang tritis pasirnya item. Aduh ampun deh jalan menuju pantai ini (saya lupa namanya) jauh dan berkelok kelok tajam, cuma buat driver handal deh ya yang bisa nyetir kesana.  Jadi waktu nyampek dipantai tersebut, saya kayak baru nemu hidden paradise gitu...asli indah, bagus, bersih dan sepi.

Oh ya terakhir kali saya ke candi Borobudur itu waktu saya SD kayaknya, jadi belum sempet mengamati benar-benar akan candi Borobudur. Ternyata Borobudur ituh gak tinggi-tinggi amat yah, tapi tangganya curam boookkk. Saya pas turun tangga sampai keringetan di tangan karena saya memang agak takut tinggi plus curamnya tangga *menurut saya sih*. Jadinya saya kayak nenek-nenek gitu deh naek turun tangganya hahahahahahah.
Kalau malam hari kami tidak lupa makan nasi kucing di depan kantor koran kedaulatan rakyat, murah meriah dan lumayan rasanya. Sebungkus 3000 rupiah, dan saya sekali makan min 2 bungkus, bisa 4 bungkus juga hahahhahaha. Trus kami juga ke benteng vanderburg sebelahnya ada monumen 11 maret. Pokoknya puasss banget di Jogja, puas sama makanan dan tempat wisatanya...hemat dompett pokoknya heheheh:).

Setelah 5 hari kami menuju destination berikutnya khusus buat belanja dan cuci mata, yap Bandung. Surganya factory outlet tapi harganya gak outlet banget....mayan mahal booook. Katanya yang murah sih di pasar baru ato apah gitu...tapi kami ga kesana sih. Karena kami nginap di dago dekat dengan deretan factory outlet jadi yah kalo kami kehabisan baju tinggal jalan kaki buat beli hehehhe. Tapi selama di Bandung saya dan suami sering pake angkot lho, disana tuh kayak kota sejuta angkot...buanyaaaaak banget tiap saat lewat. Kalo udah mentok paling kami naek taxi.

Kami sempet pindah hotel 2x karena fasilitas yang kurang nyaman yang pertama kami menginap di dago's hill hotel selama 3 hari yang lebih mirip kost-kostan, trus akhirnya kami pindah ke royal dago hotel selama 3 hari, yang fasilitasnya sesuai dengan bintangnya.

Selama di Bandung kami cuma ke beberapa tempat saja, kayak deretan factory outlet di dago, ke storenya PeterSaysDenim di Paris van java mall, trus ke Trans studio Bandung terakhir ke Ciwalk (Cihampelas walk) untuk pesan jaket kulit, ehhhh kebetulan ketemu ustad Solmed di store tersebut, mungkin lagi cari sepatu kulit kali yah *gak penting* hehehhehe.

Tentang siomay dan batagor Bandung......sumpah deh saya masih suka yang made in Surabaya. Disana mahal, gak lengkap dan tidak ketemu sama pare kesukaan saya. Serba mahal makanan disana, soal makanan saya kurang kenyang deh selama disana, ujung-ujungnya saya beli nasi sambel di area factory outlet yang menurut saya lebih enak tapi tetep mahal tentunya #doh, kangen nasi kucing jadinya xiixix,

Segitu deh cerita liburan saya, sesungguhnya ke Bandung ituh nganterin suami belanja doang, karena dia hobi jalan-jalan dan berbelanja buangeeeettt. Eeeehhh pegelnya liburan sampe sekarang masih kerasa lhoooo #doh.

 
'/>