Mesin high speed merk Typical atau mesin dengan dinamo sangat cepat ini sebetulnya sudah saya pengenin sejak mulai bikin bedcover. Beberapa waktu yang lalu kan saya sempet berburu tempat membeli dakron lembaran di Surabaya, nah disitu dakronnya saya buat menjadi bedcover. Setelah dijahit, ternyata mesin jahit saya enggak mampu rupanya. Untuk membuat jahitan quilting free motion pun enggak bisa.
Mesin jahit saya ngadat dan tidak bisa jalan karena bahan terlalu tebal, dan sepertinya hanya bisa dilakukan menggunakan mesin jahit high speed. Mesin high speed ini memang punya banyak kelebihan selain dinamonya yang besar dan speednya yang cepat. Yaitu bisa untuk menjahit bahan tebal seperti terpal, kulit, selimut dll. Untuk pemula dalam hal jahit menjahit sangat tidak disarankan, karena memang speednya sangat cepat sekali.
Mesin jahit ini biasanya digunakan untuk industri konveksi, karena memang rata-rata konveksi bergerak pada mass product yang membutuhkan waktu sangat cepat guna memenuhi kebutuhan pasar. Saat awal saya kursus di Arva pun disana hanya tersedia mesin jahit high speed, untuk pemula ini sangat menyulitkan karena boro-boro bisa jahit, mungkin juga baru pertama kali megang mesin jahit. Boro-boro bisa jahit lurus, nginjek dinamo aja bisa meluncur bebas dengan cepatnya hihihii *pengalaman pribadi*.
Sebelum saya membeli mesin jahit high speed merk Typical ini saya googling di internet dan juga browsing di pasar. Pertama saya sih sebar status kegalauan di FB, dan seperti biasa deh saya selalu punya solusi dan mendatangi tempat-tempat yang disarankan beberapa teman FB saya. Salah satunya ke pusat mesin jahit bekas di dalam pasar turi lama yang dulu kebakaran itulhoo. Nah di depan pas kantor Damkar (pemadam kebakaran) disitu ada los mesin jahit bekas, mulai mesin jahit klasik, portable dan juga highspeed lengkap, tentunya juga harganya sangat miring sekaleeeeeee. Kondisi mesin jahitnya pun masih bagus, soalnya mereka rata-rata mereka tidak hanya jualan tapi juga para teknisi mesin jahit.
Selain mengecek barang dan harga di pasar turi, saya juga ke toko mesin jahit di Jl, bubutan, namanya New Patinda. Disitu saya sempet 2x berkunjung dan akhirnya memutuskan membelinya. Saat di toko mesin jahit bekas di pasar turi saya mendapat harga antara Rp. 1.800.000 - Rp. 1.500.000 , nah di New Patinda untuk harga baru mesin dengan brand yang sama "Typical" harganya Rp. 2.250.000. Yah, saya kan enggak terlalu ngerti soal mesin, saya hanya tau soal pemakaian dan fungsi, so daripada saya bermasalah dengan mesin jahit bekas, saya memilih beli baru saja. Kebetulan first impressionnya bagus ini toko dan juga pegawainya, so makin menguatkan hati untuk beli.
Sebenernya pilihan saya adalah antara 1 brand: Juki dan Typical., dan saya lebih menyukai merk Juki, tapi Juki harganya ajegile untuk pemula dalam hal menjahit menggunakan mesin jahit high speed ini. Soalnya saya sering llihat penjahit-penjahit memakai merk Juki sih ya. Saya pun disarankan oleh pegawai tokonya memilih brand "Typical" saja dengan kualitas yang sama. Setelah saya beli dan coba di rumah memang alus banget dinamonya meski besar gitu, plus saya saat perakitan di toko pun mengganti poli dinamonya dengan ukuran yang lebih kecil agar speednya agak turun dikit, maklum deh saya pemula heheheh.
Dan akhirnya ini deh hasil perburuan saya yang mikirnya berpuluh-puluh kali dan Alhamdulillah di support sangat oleh suami untuk pendanaan......thanks a lot my hubby *muaaaacchhhh* !!. Seneng deh, nanti bisa jahit-jahit selimut dan pet bed yang bisa dijual :D.
Mesin jahit saya ngadat dan tidak bisa jalan karena bahan terlalu tebal, dan sepertinya hanya bisa dilakukan menggunakan mesin jahit high speed. Mesin high speed ini memang punya banyak kelebihan selain dinamonya yang besar dan speednya yang cepat. Yaitu bisa untuk menjahit bahan tebal seperti terpal, kulit, selimut dll. Untuk pemula dalam hal jahit menjahit sangat tidak disarankan, karena memang speednya sangat cepat sekali.
Mesin jahit ini biasanya digunakan untuk industri konveksi, karena memang rata-rata konveksi bergerak pada mass product yang membutuhkan waktu sangat cepat guna memenuhi kebutuhan pasar. Saat awal saya kursus di Arva pun disana hanya tersedia mesin jahit high speed, untuk pemula ini sangat menyulitkan karena boro-boro bisa jahit, mungkin juga baru pertama kali megang mesin jahit. Boro-boro bisa jahit lurus, nginjek dinamo aja bisa meluncur bebas dengan cepatnya hihihii *pengalaman pribadi*.
Sebelum saya membeli mesin jahit high speed merk Typical ini saya googling di internet dan juga browsing di pasar. Pertama saya sih sebar status kegalauan di FB, dan seperti biasa deh saya selalu punya solusi dan mendatangi tempat-tempat yang disarankan beberapa teman FB saya. Salah satunya ke pusat mesin jahit bekas di dalam pasar turi lama yang dulu kebakaran itulhoo. Nah di depan pas kantor Damkar (pemadam kebakaran) disitu ada los mesin jahit bekas, mulai mesin jahit klasik, portable dan juga highspeed lengkap, tentunya juga harganya sangat miring sekaleeeeeee. Kondisi mesin jahitnya pun masih bagus, soalnya mereka rata-rata mereka tidak hanya jualan tapi juga para teknisi mesin jahit.
Selain mengecek barang dan harga di pasar turi, saya juga ke toko mesin jahit di Jl, bubutan, namanya New Patinda. Disitu saya sempet 2x berkunjung dan akhirnya memutuskan membelinya. Saat di toko mesin jahit bekas di pasar turi saya mendapat harga antara Rp. 1.800.000 - Rp. 1.500.000 , nah di New Patinda untuk harga baru mesin dengan brand yang sama "Typical" harganya Rp. 2.250.000. Yah, saya kan enggak terlalu ngerti soal mesin, saya hanya tau soal pemakaian dan fungsi, so daripada saya bermasalah dengan mesin jahit bekas, saya memilih beli baru saja. Kebetulan first impressionnya bagus ini toko dan juga pegawainya, so makin menguatkan hati untuk beli.
Sebenernya pilihan saya adalah antara 1 brand: Juki dan Typical., dan saya lebih menyukai merk Juki, tapi Juki harganya ajegile untuk pemula dalam hal menjahit menggunakan mesin jahit high speed ini. Soalnya saya sering llihat penjahit-penjahit memakai merk Juki sih ya. Saya pun disarankan oleh pegawai tokonya memilih brand "Typical" saja dengan kualitas yang sama. Setelah saya beli dan coba di rumah memang alus banget dinamonya meski besar gitu, plus saya saat perakitan di toko pun mengganti poli dinamonya dengan ukuran yang lebih kecil agar speednya agak turun dikit, maklum deh saya pemula heheheh.
Dan akhirnya ini deh hasil perburuan saya yang mikirnya berpuluh-puluh kali dan Alhamdulillah di support sangat oleh suami untuk pendanaan......thanks a lot my hubby *muaaaacchhhh* !!. Seneng deh, nanti bisa jahit-jahit selimut dan pet bed yang bisa dijual :D.























